
Tangkapan layar detik-detik video viral aksi main hakim sendiri oleh warga terhadap ,AS,terduga pelaku pemerkosaan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Aksi main hakim sendiri yang berujung maut terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang pria berinisial AS, terduga pelaku pemerkosaan, tewas setelah dianiaya dan diseret massa menggunakan motor di Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompo Bulu. Video mengerikan ini pun viral di media sosial.
Peristiwa tragis ini bermula di Dusun Parang-parang Tulau, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu. Terduga pelaku, AS, yang juga merupakan warga wilayah Tompobulu, ditangkap warga usai melakukan serangkaian tindakan kriminal.
AS diduga melakukan pencurian sekaligus pelecehan terhadap seorang gadis difabel di dusun tersebut. Mirisnya, korban pelecehan seksual dilaporkan mengalami luka lebam dan trauma setelah kejadian. Dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap warga difabel inilah yang kemudian memicu emosi dan amarah warga setempat.
Setelah ditangkap, terduga pelaku tak langsung diserahkan ke pihak berwajib. Warga memilih untuk main hakim sendiri. Aksi brutal warga yang geram terekam jelas dalam video viral.
Tangan dan kaki AS diikatkan pada bambu, lalu ia diseret menggunakan motor oleh warga yang berpawai.
Aksi brutal tersebut berakibat fatal. Terduga pelaku tewas mengenaskan dengan luka parah di sekujur tubuh akibat diseret dan dianiaya massa.
Kapolres Gowa, AKBP Aldy Sulaiman, membenarkan adanya video viral mengenai penganiayaan terduga pelaku pemerkosaan. Ia menegaskan bahwa aksi main hakim warga ini dipicu oleh dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap warga Cikoro.
"Kami sudah koordinasi dengan Polsek Tompobulu untuk menciptakan situasi kondusif. Kami tidak mau under estimate. Kami menuju lokasi yang cukup jauh, di perbatasan Gowa, Bantaeng, dan Jeneponto, ditempuh sekitar 4 jam perjalanan," ucap Aldy.
Kapolres Aldy mengirim tim gabungan dari berbagai satuan (Intelkam, Shabara, Reskrim, Samapta, dan Binmas) menuju lokasi untuk menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon).
Tindakan ini dilakukan tidak hanya untuk mengamankan wilayah Tompobulu, tetapi juga untuk mengantisipasi potensi aksi balasan dari keluarga terduga pelaku AS yang tidak terima dengan aksi main hakim sendiri.
"Upaya-upaya yang sudah kami lakukan sampai dengan sejauh ini, tentunya kami sudah melakukan olah TKP, kemudian juga ada beberapa orang juga yang kami sudah melakukan pemeriksaan kepada orang-orang tersebut," sebutnya.
Mengenai kondisi korban rudapaksa, perempuan tersebut saat ini sementara dirawat di Rumah Sakit (RS).
"Kondisinya memang dapat kami sampaikan korban tersebut dianiaya kemudian dilakukan pelecehan seksual," ungkapnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
