
Mantan VP Sales & Marketing PT Pertamina International Shipping (PT PIS), Muhamad Resa, saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
JawaPos.com - Mantan VP Sales & Marketing PT Pertamina International Shipping (PT PIS), Muhamad Resa, mengungkapkan proses permintaan sewa kapal angkut minyak mentah dari PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI). PT KPI lebih memilih menyewa kapal Olimpic Luna dibanding kapal Suezmax atas dasar harga yang lebih murah.
Kapal tersebut dipergunakan untuk mengangkut minyak mentah dari dari Afrika Barat menuju Cilacap.
Pernyataan itu disampaikan Resa saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/11) malam.
Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan soal pengadaan kapal untuk mengangkut minyak mentah dari Afrika Barat.
"Sepengetahuan saudara saksi kapan ada komunikasi atau permintaan dari PT KPI terkait pengadaan kapal untuk mengangkut minyak mentah dari Afrika Barat. Ini kan KPI ada pelelangan di bawah satu juta barel yang akan diangkut ke Indonesia membutuhkan kapal. Apakah pernah PT PIS menerima surat dari KPI terkait permintaan penawaran harga dari PIS untuk mengadakan kapal untuk minyak mentah tadi dari Afrika Barat ke Indonesia," tanya jaksa di persidangan.
Merespons pertanyaan jaksa, Resa menyatakan bahwa pada 15 November 2022, PT PIS menerima permintaan penawaran jasa pengangkutan kapal dari PT Pertamina Kilang Internasional (PT KPI). Permintaan tersebut berkaitan dengan impor minyak mentah jenis Escravos sebanyak 950 MB untuk kebutuhan RU IV Cilacap, dengan jadwal kedatangan (ALD) pada 3–4 Januari 2023.
Menindaklanjuti permintaan itu, PT PIS sebagai subholding PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang penyedia jasa pelayaran mencarikan kapal pengangkut jenis Suezmax, yang menurut Resa dianggap sesuai dengan kapasitas impor tersebut.
"Jadi kalau gambaran besarnya tahap pertama itu tanggal 15 November sampai 7 Desember. Dan setelah itu tanggal 7 Desember sampai 30 Desember 2022," jawab Resa.
Resa menuturkan, pada tahap pertama pihaknya menawarkan USD 9,4 juta untuk sekali pengangkutan dengan kapal Suezmax. Namun, terjadi kenaikan harga imbas dari kenaikan kurs dolar dan pasar kapal, penawaran naik menyentuh angka USD 10,5 juta. Atas dasar itu, PT KPI menilai angka tersebut terlalu mahal.
"Ini ceritanya masih menggunakan kapal Suezmax. Kemudian apa tindaklanjutnya setelah USD 10,5 juta tersebut dianggap mahal. PT KPI meminta penawaran lagi atau meminta kapal tipe lain," cecar jaksa.
Resa mengungkapkan bahwa pada 7 Desember 2022, PT KPI meminta menjajaki potensi rencana kerja sama dengan Totsa.
"Kemudian apa tindak lanjut saudara ketika ada permintaan untuk menindaklanjuti Totsa. Yang dimaksud kapal apa VLCC. Jadi ketika PT KPI menganggap harga Suezmax mahal kemudian ia menyodorkan alternatif kapal lain VLCC. Apa tindak lanjut dari PIS ada permohonan itu," urainya.
Kemudian Resa mengatakan pihaknya meneruskan informasi tersebut ke PIS Singapura. Resa lalu membacakan balasan dari PIS Singapura penawaran harga USD 6,9 juta dengan kapal Olimpic Luna.
"Oke berarti ada nilai muncul lagi USD 6,9 juta. Itu menggunakan kapal apa pak?" telisiknya.
"Disebutkan kapal Olimpic Luna," jawab Resa.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
