
Tangkapan layar viral bocah SD di Palembang diduga alami kekerasan di sekolah. (Instagram/@oypalembang).
JawaPos.com - Kasus dugaan kekerasan di lingkungan sekolah dasar kembali mencuat dan mengundang kemarahan publik. Kali ini, seorang bocah perempuan berinisial F, siswi SD Negeri 150 Sungai Tenang, Gandus, Palembang, pulang sekolah dengan kedua mata merah dan lebam, diduga akibat penganiayaan di sekolahnya sendiri.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman dan mendidik. Fenomena serupa kerap berulang: anak menjadi korban, orang tua kebingungan mencari keadilan, dan pihak sekolah memilih bungkam atau defensif.
Kisah memilukan ini berawal saat Bi Erna, ibu kandung F, menjemput anaknya dari sekolah pada akhir Oktober 2025. Ia kaget bukan main ketika melihat mata anaknya merah seperti berdarah, disertai lebam di sekitar kelopak mata.
“Saya lihat mata anak saya sudah merah dan bengkak. Saya langsung tanya ke gurunya, tapi jawabannya cuma, ‘bukan saya’, ada juga yang bilang ‘tidak tahu’, bahkan ada yang menyalahkan handphone,” kata Bi Erna dalam keterangan yang diunggah akun Instagram @oypalembang.
Namun alasan tersebut dianggap tak masuk akal. F dikenal jarang memegang ponsel. “Dia bukan anak yang suka main HP. Jadi saya tidak percaya kalau matanya merah karena itu,” lanjut Bi Erna.
Tak puas dengan jawaban pihak sekolah, Bi Erna berencana melaporkan kasus tersebut ke polisi. Namun, seorang guru justru mengancam balik.
“Ketika saya bilang mau lapor, ada guru yang bilang, ‘jangan asal tuduh, nanti kamu bisa dilaporin balik’,” ungkap Bi Erna.
Ketakutan dan minimnya bukti membuat Bi Erna sempat ragu melanjutkan langkah hukum. Apalagi, tak ada CCTV maupun saksi dari teman-teman sekelas F yang berani bersuara.
“Semua murid bilang tidak tahu,” tambahnya.
F kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bunda Palembang pada 28 Oktober 2025. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan pembuluh darah di sekitar matanya pecah, diduga akibat pukulan atau benturan benda tumpul.
Meski telah mendapat pengobatan, kondisi F belum membaik. “Setiap malam dia selalu mengeluh sakit dan menangis. Kalau ditanya siapa yang melukai, dia tidak mau bicara dan langsung ketakutan,” tutur ibunya.
Unggahan tentang kasus ini ramai diperbincangkan warganet setelah viral di media sosial. Bahkan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dikabarkan sudah menerima laporan langsung dari masyarakat terkait insiden tersebut.
Dalam unggahan terpisah di akun yang sama, Ratu Dewa tampak memberi tanggapan atas kasus itu.
Kini, publik berharap pemerintah kota dan aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap F, serta memastikan keamanan dan transparansi di lingkungan sekolah.
Sebagai gambaran juga, kasus F bukan yang pertama. Laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan terhadap anak justru terjadi di lingkungan pendidikan, baik oleh sesama siswa maupun oknum guru.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
