
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta publik bersabar terkait pengumuman tersangka kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan 2024. Lembaga antirasuah itu menegaskan masih fokus mengusut dua poin penting sebelum menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengakui pihaknya tengah melakukan penggeledahan terhadap sejumlah travel haji di wilayah Jawa Timur. Menurutnya, terdapat beberapa travel yang menjadi sasaran penggeledahan.
"Ini kapan diumumkan tersangkanya? Sabar ya. Saat ini, saatnya sedang ada di Jawa Timur. Karena di Jawa Timur, kita, kan ini tersebar di seluruh Indonesia, travel-nya. Kalau jemaatnya sudah jelas. Travel-nya tersebar di seluruh Indonesia, dan juga untuk kuota itu juga tersebar. Tidak hanya di satu travel saja. Di seluruh travel," kata Asep Guntur di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/9).
Asep menjelaskan, ada dua hal yang kini menjadi fokus penyidikan KPK. Pertama, membuktikan adanya alur perintah dalam pembagian kuota haji tambahan yang tidak sesuai aturan.
Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, seharusnya pembagian kuota adalah 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Namun, dalam praktiknya kuota tambahan justru dibagi rata 50 persen untuk reguler dan 50 persen untuk khusus.
“Setelah itu, bagaimana penyebarannya (kuota haji khusus). Disalurkan kepada siapa saja, siapa yang menggunakan, siapa yang menjual, travel mana saja yang kebagian, berapa jumlahnya, dan berapa yang dijual ke jemaah,” ujarnya.
Kedua, KPK tengah menelusuri aliran uang hasil jual beli kuota haji khusus. Penyidik mendalami siapa saja oknum Kementerian Agama yang meminta uang, kapan permintaan dilakukan, kepada siapa diserahkan, serta berapa jumlahnya.
“Jadi ada alur perintahnya yang salah, dari pucuk pimpinan kementerian ke bawah, sampai ke travel, lalu dijual kepada masyarakat. Uang dari jemaah masuk ke travel, dari travel ke asosiasi, kemudian ke oknum Kemenag. Nah, setelah terkumpul itu uang mengalir ke mana?” tutur Asep.
Karena itu, dalam menelusuri aliran dana, KPK bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Langkah ini diambil agar aliran dana korupsi kuota haji bisa terdeteksi secara menyeluruh.
“Setelah terkumpul kan pasti ada pembagian, atau dialirkan ke mana. Makanya kami menggandeng PPATK dan lembaga lainnya untuk melacak, ke siapa saja uang ini akhirnya mengalir,” pungkasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
