Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 17.57 WIB

Terungkap Motif Penculikan Kacab Bank BUMN Cempaka Putih, Incar Uang Puluhan Miliar di Rekening Dormant

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombespol Wira Satya Triputra. (Dery Ridwamsah/ JawaPos.com) - Image

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombespol Wira Satya Triputra. (Dery Ridwamsah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus penculikan kepala cabang (kacab) bank BUMN Cempaka Putih masih dalam proses penyidikan. Meski belum menyeluruh, namun Polda Metro Jaya telah mengungkapkan bahwa jumlah uang pada rekening dormant yang diincar oleh para penculik jumlahnya tidak sedikit. Mencapai Rp 60 miliar-Rp 70 miliar. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra menyampaikan bahwa jumlah pasti uang yang disasar oleh para penculik kacab bank BUMN Cempaka Putih memang tinggi. Namun angka pastinya masih terus didalami. 

”Kalau (jumlah) pastinya kami belum tahu, cuma kalau dari yang sudah teridentifikasi kemarin ya cukup tinggi. Ada Rp 60 miliar atau Rp 70 miliar,” kata dia. 

Uang sebanyak itu tersebar pada beberapa rekening dan ada pada beberapa bank yang berbeda. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memastikan terus menelusuri hal itu. Termasuk mencari keberadaan salah satu tersangka yang sampai saat ini masih berada dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Sebelumnya, Boyamin Saiman selaku kuasa hukum keluarga korban, Mohammad Ilham Pradipta, menyatakan bahwa telepon genggam milik korban sudah berhasil ditemukan keberadaannya. Menurut dia, informasi itu diterima pada Selasa (23/9). Dia berharap temuan itu membantu mengungkap kasus yag masih berjalan.

”Selasa, tanggal 23 September 2025, kami selaku kuasa hukum keluarga korban MIP (Ilham), mendapat kabar bahwa HP milik MIP telah terlacak dan ditemukan oleh penyidik Jatanras Polda Metro Jaya,” jelasnya. 

Boyamin mengapresiasi kinerja penyidik Jatanras Polda Metro Jaya yang sudah menemukan keberadaan telepon genggam milik korban. Menurut dia, telepon genggam itu sangat penting guna melacak komunikasi dengan siapapun, termasuk komunikasi dengan komplotan penculik yang menyebabkan korban tewas.

”Baik (komunikasi) searah berupa teror ataupun dua arah berupa bujuk rayu yang ditolak oleh korban MIP yang menjadikannya terbunuh. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada penyidik untuk menjadikan HP tersebut sebagai bukti petunjuk dan bahan untuk membuat makin terang peristiwa,” ujarnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore