Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 23.00 WIB

Tewasnya Prada Lucky Jadi Bahan Evaluasi Seluruh Jajaran Angkatan Darat, Janji Tindak Tegas Para Pelaku

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan keterangan kepada awak media pada Senin (3/2). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com). - Image

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan keterangan kepada awak media pada Senin (3/2). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).

JawaPos.com - TNI AD memberi atensi penuh peristiwa dugaan penganiayaan berujung kematian yang dialami oleh Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere itu meninggal dunia dalam penanganan petugas medis pada Rabu (6/8). Angkatan Darat memastikan, peristiwa itu menjadi bahan evaluasi dan berjanji menindak tegas pelaku. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana pada Sabtu (9/8) menyampaikan, pihaknya sangat menyesali peristiwa itu. Menurut dia, pimpinan Angkatan Darat tidak mentolerir segala bentuk tindak kekerasan dengan alasan apapun. Tindak kekerasan, kata Wahyu, dilarang oleh TNI AD dan tidak boleh dilakukan. 

”Karena pada prinsipnya pimpinan TNI tidak pernah mentolerir segala bentuk kekerasan,” imbuhnya. 

Karena itu, TNI AD memberi atensi dan memastikan bahwa para prajurit TNI AD yang terindikasi terlibat dalam peristiwa itu tengah diperiksa. Bukan hanya prajurit yang berada di lokasi kejadian, semua yang diduga terlibat telah dimintai keterangan oleh Polisi Militer (POM) TNI AD. Menurut Wahyu, kini pihaknya tengah mengurai konstruksi kejadian hingga Prada Lucky meninggal dunia. 

”Apabila sudah ditemukan terduga pelaku, termasuk peran keterlibatan yang menyebabkan korban meninggal dunia, nanti tentu akan menjadi tersangka, termasuk dengan pasal-pasalnya,” ucap dia. 

Wahyu memastikan, pihaknya akan menyampaikan setiap perkembangan dalam kasus tersebut. Sementara proses masih berjalan, dia meminta masyarakat mengikuti dan menghormati proses hukum. Dia menjamin, TNI AD tidak tinggal diam. Peristiwa itu juga menjadi bahan evaluasi untuk seluruh jajaran TNI AD di seluruh Indonesia. 

”Pimpinan TNI juga sudah menyampaikan, tidak boleh ada yang berkaitan dengan tindak kekerasaan. Pembinaan-pembinaan kepada prajurit harus dilaksanakan pada kaidah-kaidah yang mendukung, bermanfaat untuk melaksanakan tugasnya,” ucap Wahyu. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore