Proses penghapusan mural One Piece di Karangmalang, Sragen dengan pengawasan aparat. (Istimewa).
JawaPos.com - Sebuah mural bergambar karakter anime One Piece memicu kehebohan di Dukuh Ndayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah.
Mural bertema bajak laut Shirohige yang dibuat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI itu akhirnya dihapus. Tak hanya warga yang terlibat, unsur TNI dan Polri pun turun tangan mengawasi langsung proses penghapusannya.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat aparat berjaga saat mural tersebut dilapisi cat putih, Minggu (3/8). Reaksi publik pun bermunculan.
Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut, terutama karena mural itu dibuat sebagai upaya merangkul generasi muda lewat pendekatan budaya populer.
"Katanya negara demokrasi, kok malah kayak gini," ujar seorang warga yang menolak disebutkan identitasnya dikutip via Radar Solo (Grup JawaPos).
Menurut sumber tersebut, meski penghapusan dilakukan oleh warga sekitar, keputusan itu bukan murni inisiatif masyarakat. "Yang hapus warga, tapi itu atas arahan anggota TNI-Polri yang datang ke lokasi," imbuhnya.
Mural itu sendiri menggambarkan karakter Shirohige, salah satu tokoh sentral dalam anime One Piece yang dikenal luas dan digemari anak muda. Bagi warga, memilih tema One Piece adalah bentuk ekspresi yang dianggap relevan dan mampu menarik minat generasi Z terhadap perayaan kemerdekaan.
Namun kini, karya tersebut justru menjadi polemik. "Bingung mau kreasi apa lagi. Apa digambar tikus berdasi saja kalau cocok?" sindir warga yang sama, menyiratkan kekecewaan terhadap pembatasan ruang ekspresi.
"Padahal jelas-jelas tidak melanggar UUD kok berani-beraninya menyuruh hapus," tambahnya geram.
Polemik Simbol One Piece yang Dianggap Mengganggu
Penghapusan mural ini tak bisa dilepaskan dari kontroversi yang belakangan mengelilingi simbol-simbol dari serial anime One Piece di ruang publik.
Dalam beberapa pekan terakhir, bendera bajak laut Straw Hat Pirates, simbol tengkorak bertopi jerami, menjadi sorotan usai muncul di berbagai tempat di Indonesia, termasuk di acara-acara komunitas dan mural jalanan.
Salah satu anggota DPR bahkan menyebut bendera tersebut sebagai “ancaman terhadap persatuan bangsa,” meski tak ada dasar hukum yang jelas yang melarang penggunaan simbol anime di ruang publik.
Imbasnya, beberapa petugas kepolisian di sejumlah daerah mulai melakukan razia bendera bertema One Piece, dan tindakan itu memicu kritik luas dari masyarakat yang menilai negara terlalu represif terhadap simbol budaya populer.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
