Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 00.50 WIB

Profil Arya Daru Pangayunan, Diplomat Kemlu yang Mati Lemas di Kamar Kosnya 3 Minggu Lalu

Anggota keluarga membawa foto almarhum Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda Kemenlu RI, di rumah duka di Jalan Munggur, Bantul. (Guntur Aga/Radar Jogja) - Image

Anggota keluarga membawa foto almarhum Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda Kemenlu RI, di rumah duka di Jalan Munggur, Bantul. (Guntur Aga/Radar Jogja)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya menyatakan bahwa Arya Daru Pangayunan meninggal dunia tanpa keterlibatan orang lain. Jenazah diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) itu ditemukan pada Selasa pagi (8/7) dalam keadaan kepala terlilit lakban berwarna kuning. Siapa sebenarnya Daru? Radar Jogja mengungkap beberapa fakta mengenai pria berusia 39 tahun tersebut. 

Dikutip dari pemberitaan Radar Jogja pada Selasa (29/7), Daru merupakan seorang diplomat yang pernah bertugas di beberapa negara. Mulai Timor Leste sampai Argentina. Kala itu dia bertugas di kedutaan besar Indonesia sebagai diplomat ahli muda pada Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di bawah Kemlu. 

Sebelum kematiannya, Daru sudah mendapat penuhahan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Helsinki. Harusnya, tugas tersebut dia lakoni mulai akhir bulan ini. Namun, Daru malah ditemukan tewas di kamar kosnya dalam keadaan mengenaskan. Kematiannya sempat menjadi misteri sampai Polda Metro Jaya mengungkap bahwa Daru bunuh diri.

”Sebenarnya almarhum sudah siap berangkat tanggal 29 Juli, tetapi Allah berkehendak lain,” ungkap Meta Bagus, kakak ipar almarhum saat ditemui di rumah duka di Jalan Munggur Nomor 6, Jomblang, Janti, Banguntapan, Bantul. 

Menurut Meta, Daru merupakan pribadi yang hangat, tenang, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Saat kecil, kata Meta, Daru sudah akrab dengan istrinya yang kini ditinggalkan. Bahkan, Daru sering mengantarkan istrinya pulang sejak masih duduk di bangku sekolah di SD Serayu.

”Kenangan Daru selalu hangat untuk kami semua,” ujarnya.

Pada Selasa pagi (8/7) keluarga mendapat kabar Daru sudah tiada. Daru tidak hanya meninggalkan istrinya, dia juga meninggalkan 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah di Jogjakarta. Yakni anak pertama yang kini duduk di bangku kelas 1 SMP dan anak kedua yang masih kelas 4 SD. 

”Istrinya tinggal di sini karena anak-anak sekolah di sini dan perlu ditemani,” terang Meta. 

Jenazah Daru pertama kali ditemukan oleh penjaga kos dan seorang teman kosnya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Dia ditemukan tergeletak di atas kasur dalam keadaan kepala terlilit lakban berwarna kuning. Di balik lakban tersebut, ada plastik yang membungkus kepalanya. Sempat ditangani oleh Polres Metro Jakpus, kasus kematian Daru diambil alih oleh Polda Metro Jaya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore