Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan laut Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, telah memasuki hari ke keempat belas, Selasa (15/7).
Mulai hari ini, operasi SAR dilanjutkan unsur SAR kewilayahan. Pengalihan operasi SAR dilakukan dengan menandatangani berita acara oleh Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, kepada kantor SAR Surabaya.
"Upaya pencarian segera dilaksanakan oleh Basarnas dengan mengaktifkan operasi SAR dengan mengerahkan personel, alut, dan seluruh unsur SAR gabungan," tutur Eko dalam keterangannya, Selasa (15/7).
Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Tepatnya di koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Atas insiden ini, tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian selama 7 hari, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017.
Namun hingga Selasa (8/7), pencarian korban belum membuahkan hasil. Masih ada 23 korban KMP Tunu Pratama Jaya yang hilang dan belum ditemukan. Tim SAR gabungan pun memutuskan untuk memperpanjang 3 hari.
Pada pencarian operasi hari ke-10, tim SAR gabungan mendapat kemajuan, dengan menemukan tambahan petunjuk, seperti temuan keberadaan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di dasar Selat Bali.
Namun dengan pertimbangan teknis dan 20 korban yang masih belum ditemukan, operasi SAR kembali diperpanjang selama 3 hari hingga Senin (14/7). Dengan begitu, tim SAR telah melakukan operasi pencarian selama 13 hari.
"Setelah total 13 hari pencarian, korban yang dicari masih belum ditemukan. Berdasarkan analisis teknis, evaluasi, serta musyawarah, operasi dilanjutkan 7 hari ke depan oleh Kantor SAR Kelas A Surabaya," imbuh Eko.
Hingga Selasa siang (15/7), dari 65 orang korban yang tercantum dalam data Manifest KMP Tunu Pratama Jaya, sebanyak 48 orang telah dievakuasi, rinciannya, 30 korban selamat dan 18 korban meninggal dunia.
Artinya, masih ada 17 korban yang masih hilang dan dalam pencarian. Sementara dari 18 korban meninggal dunia, 3 korban masih dalam proses identifikasi tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi - Biddokkes Polda Jatim.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
