Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 20.23 WIB

Misri Puspita Sari, Perempuan Muda yang Terseret Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi Ternyata Tulang Punggung Keluarga

Misri Puspita, Finalis Duta Muslimah 2019, kini jadi tersangka kasus kematian Brigadir di vila Gili Trawangan. (Lombok Post/Facebook Misri Puspita Sari) - Image

Misri Puspita, Finalis Duta Muslimah 2019, kini jadi tersangka kasus kematian Brigadir di vila Gili Trawangan. (Lombok Post/Facebook Misri Puspita Sari)

JawaPos.com - Salah seorang tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nurhadi, Misri Puspita Sari, menjadi sorotan publik. Perempuan muda berusia 23 tahun itu ternyata tulang punggung keluarga. Hal itu disampaikan oleh penasihat hukum Misri, Yan Mangandar Putra, sebagaimana diberitakan oleh Lombok Post. 

Dikutip pada Jumat (11/7), Yan menceritakan bahwa Misri adalah seorang anak yatim. Dia ikut serta dalam liburan singkat Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda Haris Chandra, dan Brigadir Nurhadi dengan bayaran Rp 10 juta. Menurut Yan, Misri sudah kenal dengan Kompol Yogi sejak 2024. 

Namun di balik cerita kelamnya sebagai salah seorang tersangka kasus dugaan pembunuhan, Misri menjadi sosok yang sangat penting bagi keluarganya. Yan menyebut, Misri sebagai tulang punggung keluarga. Sejak lulus SMA, dia bekerja untuk menghidupi keluarganya. 

Misri, lanjut Yan, berasal dari keluarga sederhana. Sebelum meninggal dunia, ayah Misri bekerja sebagai buruh dan penjual ikan. Kini, ibu dan lima orang saudaranya menggantungkan hidup pada Misri. Kini kondisi perempuan itu trauma berat. Dia terpukul atas peristiwa yang dialami oleh Brigadir Nurhadi

Apalagi sebelum personel Polda NTB itu meninggal dunia, Misri sempat merekam Brigadir Nurhadi tengah berendam di kolam renang. Saat itu, Misri memastikan bahwa korban masih hidup. Namun, tidak lama setelahnya korban ditemukan tewas di dasar kolam renang. 

Video berdurasi 7 detik itu menjadi momen terakhir Nurhadi terlihat hidup, sebelum korban ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka, termasuk tulang lidahnya (hyoid) yang patah akibat dicekik. Dalam video tersebut, Nurhadi terlihat santai berendam sendirian di kolam tanpa gelagat mencurigakan. 

”Video tersebut membuktikan kondisi korban masih sehat pukul 19.55 WITA,” kata Yan.

Menurut Yan, kliennya mengaku tidak bisa mengingat jelas kejadian setelah pukul 19.55 WITA. Dia sempat membangunkan Yogi, kemudian masuk ke kamar mandi cukup lama. Lebih kurang 20 menit, Misri berada dalam kamar mandi. Setelah itu, dia kaget melihat Brigadir Nurhadi sudah tergeletak di dasar kolam. 

”Dia sempat bangunkan Yogi, kemudian masuk ke kamar mandi cukup lama, lebih dari 20 menit. Kejadian sesaat sebelum masuk kamar mandi dan kejadian sesaat setelah keluar dari kamar mandi, dia benar-benar nggak bisa ingat,” terang Yan. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore