Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 04.20 WIB

Sosok Argo Ericko Dikenang Teman UGM Sebagai Pekerja Keras, Tewas Tragis Kecelakaan dan Tuntut Pelaku Dipidana

Ribuan mahasiswa hingga masyarakat ikut aksi doa bersama dan tabur bunga di Patung Dewi Keadilan di Fakultas Hukum UGM. (Fahmi Fahriza /Radar Jogja) - Image

Ribuan mahasiswa hingga masyarakat ikut aksi doa bersama dan tabur bunga di Patung Dewi Keadilan di Fakultas Hukum UGM. (Fahmi Fahriza /Radar Jogja)

JawaPos.com–Suasana duka menyelimuti kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum UGM angkatan 2024, meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalan Palagan, Sleman, pada Sabtu (24/5) dini hari.

Korban ditabrak pengemudi BMW bernama Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan, mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), kabar kepergian Argo menghancurkan hati banyak pihak, terutama para sahabat dekatnya. Salah satunya adalah Joann, yang beberapa jam sebelum kejadian masih bersama Argo menyiapkan acara Porseni FH UGM.

"Dia minta izin pulang cepat karena besoknya harus mengajar, ikut rapat besar GMLC, lalu lanjut dekor lagi untuk penutupan porseni," kenang Joann dikutip JawaPos.com, Selasa (27/5).

Argo dikenal sebagai sosok mahasiswa yang hangat, ramah, dan berdedikasi tinggi. Joann mengaku mengenalnya secara personal saat keduanya menjadi panitia Porseni selama hampir enam bulan.

"Dia murah senyum dan gak pernah marah. Aku belum pernah dengar dia membentak siapa pun," ucap Joann mengenang.

Tak hanya aktif, Argo juga merupakan pekerja keras yang menjalankan tiga program kerja sekaligus tanpa pernah mengeluh. Bahkan di tengah beban yang besar, dia tetap menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya.

"Dia enggak pernah ngeluh ke aku, padahal kerjaannya banyak. Argo selalu kasih semangat ke yang lain dengan mata sayunya dan senyuman yang gak pernah lepas," lanjut Joann.

Momen penutupan Porseni FH UGM pada 24 Mei 2025 menjadi kenangan tak terlupakan bagi Joann dan rekan-rekan panitia lain. Sebab, malam itulah terakhir kali mereka melihat Argo sebelum kepergiannya.

"Kami semua berdoa agar enggak hujan dan acaranya pecah. We did it, Go!" kata Joann penuh haru.

Namun kebahagiaan itu berubah menjadi duka mendalam. Joann mengaku terpukul mendengar kabar kecelakaan Argo hanya beberapa jam setelah pamit pulang.

"Rasanya kaya ditampar. Baru saja Argo izin pulang cepat lalu sekarang tiba-tiba dia sudah enggak ada," ucap Joann.

Ungkapan belasungkawa terus mengalir, termasuk dari organisasi mahasiswa seperti Dema Justicia FH UGM, ALSA LC UGM, dan SRE UGM, yang menyatakan rasa kehilangan atas kepergian sosok inspiratif ini.

"Kami marah karena ini terjadi sebab kesalahan orang lain, yang sampai sekarang terlihat tidak bertanggung jawab," ujar Joann dengan nada geram.

Dia berharap keadilan ditegakkan dan pelaku kecelakaan tidak dibiarkan bebas begitu saja.

"Kami ingin ada keadilan. Kami ingin pelaku tidak dilepas begitu saja. Kasus ini harus dibawa ke jalur litigasi dan diselesaikan secara hukum. Harus ada pidana bagi pelaku," tegas Joan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore