Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 21.59 WIB

Meski Ada Dugaan Kelalaian, Penyebab Pasti Ledakan Amunisi Kadaluarsa di Garut Harus Tunggu Hasil Investigasi

Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa). - Image

Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa).

JawaPos.com - Sejumlah video yang beredar luas di media sosial tidak dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab ledakan amunisi kadaluarsa di Garut, Jawa Barat (Jabar) pada Senin (12/5). Hasil investigasi yang dilakukan oleh TNI AD dan jajaran yang diharapkan mampu mengungkap insiden tersebut. 

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyatakan, meski ada dugaan kelalaian, semua pihak harus tetap menghormati investigasi yang sedang berjalan. Apalagi Markas Besar TNI AD (Mabesad) sudah berjanji akan menyampaikan perkembangan investigasi itu kepada publik.

”Kita tentunya perlu menghormati dan menunggu hasil investigasi resmi dari TNI dan pihak berwenang untuk mengetahui secara pasti penyebab dan faktor-faktor yang terlibat dalam tragedi ini,” kata dia. 

Menurut pria yang aktif mengikuti isu-isu militer tersebut, pemusnahan amunisi kadaluarsa atau amunisi tidak layak pakai (ATLP) adalah hal biasa. TNI rutin melakukan kegiatan tersebut. Tujuannya juga baik, untuk menjaga keselamatan jangka panjang. Sebab, amunisi kadaluarsa bisa sangat tidak stabil.  

Namun, melihat ledakan yang terjadi di Garut menelan 13 korban jiwa termasuk 4 orang prajurit TNI dan 9 warga sipil, Fahmi menilai perlu ada evaluasi serius. Prosedur pemusnahan amunisi kadaluarsa yang sangat ketat, mestinya dilaksanakan dan tidak ada satu pun yang dilanggar. 

”Evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” kata dia. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana sudah menyampaikan kepada awak media di Jakarta, instansinya akan menuntaskan investigasi di lokasi kejadian. Dia menyebut, kemarin investigasi ditunda karena hari sudah gelap. Sehingga dilanjutkan hari ini. 

”Kemarin kegiatan penyisiran dan investigasi di lapangan menjelang gelap dihentikan oleh tim investigasi karena sudah gelap dan rencana pagi ini kegiatan investigasi akan dilanjutkan kembali,” kata Wahyu.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore