Ibu korban menceritakan kisah pilu anaknya, Soleh dermawan yang diduga jadi sindikat perdagangan orang internasional. (Tangkapan layar Podcast Curhat Bang Denny Sumargo)
JawaPos.com - Februari 2025 lalu, Soleh Darmawan begitu semangat. Seakan dia mendapat harapan untuk mengubah nasib. Pekerjaan di bidang perhotelan yang digeluti selama ini mendapat peluang baru. Peluang bekerja di luar negeri dengan gaji tiga kali lipat dari yang didapatkan saat bekerja di Bekasi.
Harapan itu muncul ketika pria 24 tahun itu mendapat tawaran kerja dari Sally, seseorang dari yayasan pencari kerja di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Mak, tenang ya. Gaji soleh tiga kali lipat," ujar Diana, ibu Soleh saat menjadi bintang tamu di Podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (7/5).
Ketika itu Sally menjanjikan Soleh bisa kerja di Thailand dengan gaji besar. "Perkiraan saya Rp 14 jutaan,” imbuh Diana menceritakan di hadapan Denny Sumargo.
Lantas, Soleh pun mendatangi kantor yayasan itu dan ditemani Sally sebagai perantara pada 17 Februari 2025. Saat bertemu pihak yayasan, Soleh sepakat untuk bekerja di Thailand. Setelah mencapai kesepakatan, Soleh kembali pulang dan meminta restu kedua orang tua.
Sehari kemudian, tepatnya 18 Februari 2025, Soleh bertolak dari Indonesia ke Thailand menumpangi pesawat. Padahal kala itu Diana melarang Soleh berangkat. Setiba di Thailand, Soleh menghubungi ibunya sembari mengingatkan agar tak mengkhawatirkannya.
"Dia telepon saya pas sudah di Thailand. Dia bilang, 'Sudah sampai, Mak. Pokoknya jangan dengerin kata orang ya mak, jangan banyak pikiran ya mak, kata si Soleh,” ungkap Diana sembari meneteskan air mata.
Tak disangka, ternyata telepon kala itu merupakan komunikasi terakhir dengan putranya, Soleh. Mirisnya komunikasi itu berakhir dengan suara tiba-tiba hilang. Selanjutnya Soleh pun tidak bisa dihubungi lagi.
Nahasnya, Diana baru mengetahui keberadaan Soleh bukan di Thailand, tetapi di Kamboja. “Sampai tanggal 2 Maret terakhir itu, orang itu mengaku teman Soleh di Thailand. Nah, saya nggak ngarti dah itu,” paparnya.
Sejak komunikasi terakhir itu, Diana terus mencari informasi tentang anaknya. Lantas Diana pun menghubungi pihak yayasan. Kala itu direspons oleh Kevin.
Puncaknya pada 2 Maret, Diana dihubungi oleh pihak yayasan melalui video call. Anehnya, saat percakapan si penelepon tidak menampakan wajahnya. Orang itu langsung mengarahkan kamera ponsel ke wajah Soleh.
“Soleh lagi sakit bu, (kata) si penelepon. Saya bilang ‘pulangin kalau emang sakit’. Saya panggil-panggil ‘Soleh ini emak’. Saya teriak-teriak karena lihat Soleh diam aja dan tatapannya juga kosong,” kata Diana menceritakan lag.
“Tapi masih hidup?” tanya Denny Sumargo.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
