
SINDIKAT LAMA: Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono (tengah) didampingi Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak (kanan). (FAJAR)
JawaPos.com - Mesin pencetak upal itu bekerja sesuai harapan para tersangka. Ratusan lembar uang pecahan Rp 100 ribu berhasil dicetak. Lalu, pada pekan kedua November 2024, upal itu mulai diperjualbelikan. Satu lembar uang asli ditukar dengan dua lembar upal pecahan yang sama.
Penjualan pertama senilai Rp 150 juta, dilanjut Rp 10 juta, dan yang terakhir Rp 200 juta. "Pelaku sempat menghentikan aktivitas karena mereka tahu bahwa polisi melakukan penyelidikan pada akhir November 2024," terang Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono di Mapolres Gowa kemarin (19/12).
Dia menambahkan, upal itu sebenarnya akan digunakan seorang tersangka untuk maju pilkada lagi. Skenarionya, upal tersebut akan dibagi-bagikan kepada warga untuk menggalang dukungan. Namun, rencana itu batal. Sebab, dia lagi-lagi gagal mendapat tiket maju pilkada dari parpol.
Kapolres Gowa AKBP Reonald T. Simanjuntak mengungkapkan, 2 dari 17 tersangka adalah karyawan bank BUMN. "Inisialnya IR, 37, dan AK, 50. Mereka berperan dalam jual beli uang palsu. Dia menggunakan, menjual, dan membeli," ujarnya.
Namun, Kapolres menegaskan bahwa ulah dua orang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan bank BUMN. "Transaksi ini di luar tempat mereka bekerja. Hanya statusnya mereka bekerja di situ," katanya.
Ke mana saja upal itu sudah beredar? ’’Beredar hanya di tempat para tersangka ditangkap, yakni Provinsi Sulbar, Kabupaten Wajo, Gowa, dan Makassar,’’ ujarnya. (sae/c7/oni)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
