JawaPos.com - Lutfi, Chief koas mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya yang menjadi korban kekerasan telah melaporkan insiden yang menimpanya ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (10/12). Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi.
"Sudah, laporan tanggal 10 kemarin," ujar Sunarto kepada JawaPos.com. Jumat (13/12).
Sunarto menjelaskan, saat ini pihaknya masih melaukan pengumpulan informasi dan bukti awal terkait dugaan adanya tindak pidana. Termasuk terlapor dalam perkara ini masih berstatus lidik atau dalam pencarian.
"Dalam LP masih tersebut dalam lidik," ucapnya.
Ia menjelaskan, korban saat ini masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara. Sebab, ia mengalami sejumlah luka memar pada bagian wajahnya.
"Korban masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara. (Mengalami) Memar dipipi kiri atas, lebam mata kiri korban," terangnya.
Ia memastikan akan menginformasikan pekembangan lebih lanjut perihal insiden yang tengah viral saat ini.
"Kalau sudah ada perkembangan diinfokan," terang Sunarto.
Diberitakan sebelumnya, Viral di media sosial sebuah video penganiayaan yang dialami calon dokter muda (koas) di Palembang. Video berdurasi 66 detik itu memperlihatkan seorang pria berbaju merah tengah memukuli seorang dokter berseragam koas disebuah cafe di Jalan Demang, Palembang.
Korban yang diketahui bernama Lutfi yang merupakan seorang chief koas mahasiswa Universitas Sriwijaya.
Dari informasi beredar, diduga peristiwa penganiayaan itu terjadi dilatarbelakangi perselisihan tentang jadwal jaga koas yang diatur oleh korban.
Dimana terdapat anak koas bernama Lady Aurellia Pramesti (LAP) yang diduga merupakan anak kepala Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Dedy Mandarsyah dan sang ibu seorang pengusaha batik tenun Sri Meilina.
Lady diinformasikan selalu memprotes jadwal jaga malamnya yang dibuat korban. Padahal, jadwal tersebut telah dibuat berdasarkan persetujuan teman-teman koas yang lainnya.
Kemudian, Lady mengadu ke ibunya yang kemudian berlanjut kepada pemanggilan terhadap korban Lutfi yang merupakan chief/ketua koas stase nya dan dua teman lainnya.
Ketiga orang itu dianggap tidak merespons atau menyepelekan apa yang dibicarakan. Kemudian, pria berbaju merah yang diduga merupakan driver si Lady emosi hingga berujung pemukulan seperti video yang viral saat ini.