Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Mei 2024 | 22.36 WIB

Kasus Mahasiswa Unpam Dianiaya dan Dibubarkan Saat Beribadah, SETARA Institute Sebut Negara Gagal Lindungi Warga

Ilustrasi: Umat Katolik saat melakikan Ibadah

JawaPos.com - SETARA Institute menilai, aksi pembubaran hingga penganiayaan terhadap mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) yang tengah melakukan ibadah rosario adalah bukti negara masih belum mampu mejamin hak seluruh warga dalam Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB). 

Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan menyebut, kasus pembubaran ibadah rosario Mahasiswa Katolik Unpam menunjukkan bahwa intoleransi dan kebencian terus menjadi ancaman terhadap hak atas KBB.
 
"Yang secara konstitusional harus dijamin oleh negara dan pemerintah," ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/5).
 
Dalam kasus pembubaran rosario di Unpam sendiri, Halili menilai ada dua faktor utama yang mendorong aksi intoleran tersebut, yaitu intoleransi di kalangan masyarakat dan kegagalan elemen negara.
 
"Dalam konteks ini RT/RW sebagai unsur negara di tingkat terkecil, di ranah masyarakat, untuk menjamin hak seluruh warga atas KBB," tegasnya. 
 
SETARA Institute menegaskan bahwa pembubaran hingga penganiayaan ibadah mahasiswa Unpam tersebut merupakan pelanggaran atas KBB. Sekaligus cerminan dari lemahnya ekosistem toleransi di tengah tata kebinekaan Indonesia. 
 
"Kasus ini mempertegas bahwa situasi pelanggaran KBB stagnan serta gangguan atas tempat ibadah dan peribadatan masih terus terjadi," pungkas Halili.
 
Data SETARA Institute sendiri menunjukkan, dalam periode tahun 2007-2022 terdapat 573 kasus gangguan terhadap tempat ibadah dan peribadatan yang terjadi di Indonesia. 
 
Sebelumnya, viral di media sosial yang diunggah mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) mengalami kekerasan hingga pembacokan saat melakukan ibadah.
 
 
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa ketakutan dikerumuni massa. Beberapa dari mahasiswa tersebut terkena sabetan senjata tajam.
 
Salah satu mahasiswi mengaku ada pihak RT setempat yang turut melakukan persekusi. 
 
"Kalian tidak menghargai saya sebagai RT," kata seorang mahasiswi tersebut menirukan ucapan RT.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore