
Sebelum menduduki jabatan sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Eddy Hiariej terkenal sebagai profesor hukum pidana di Fakultas Hukum UGM. (Instagram/@eddyhiariej)
JawaPos.com – Edward Omar Sharif Hiariej atau yang akrab disapa Prof Eddy menjadi sorotan publik setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi.
Guru besar hukum pidana UGM, Eddy Hiariej, memiliki perjalanan panjang di dunia hukum Indonesia.
Dilansir dari kemenkumham.go.id, dia pernah menjadi saksi ahli dalam berbagai kasus besar sebelum menjabat sebagai Wamenkumham sejak 2020.
Namun, jejak kariernya yang cemerlang seolah tercoreng dengan tudingan yang menimpanya saat ini.
Profil Singkat
Eddy Hiariej dilahirkan di Ambon, Maluku, pada 10 April 1973.
Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas pada 1992, dia memulai perjalanan pendidikannya di Fakultas Hukum UGM.
Meskipun menghadapi kendala dalam tes masuk, ketekunan, dan kegigihannya membawanya diterima melalui jalur ujian berikutnya.
Minatnya terhadap dunia hukum tumbuh sejak remaja, terinspirasi oleh saran almarhum ayahnya yang menginginkan agar Eddy menjadi seorang pengacara.
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya pada 2009, dia kemudian meraih gelar Guru Besar Ilmu Hukum Pidana di Fakultas Hukum UGM pada 2010, tepatnya ketika usianya masih 37 tahun.
Sejak saat itu, namanya melekat sebagai salah satu pakar hukum pidana terkemuka di Indonesia.
Perjalanan Sebagai Saksi Ahli dalam Kasus-Kasus Besar
Sebagai ahli hukum pidana, Eddy Hiariej menjadi sosok yang sering diundang dalam kasus-kasus besar di Indonesia.
Beberapa di antaranya mencakup kasus kontroversial seperti:
Eddy memberikan kesaksian yang mendukung hukuman 20 tahun penjara untuk Jessica Wongso dalam kasus pembunuhan dengan kopi sianida.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
