
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron merespons kabar dugaan adanya pemerasan, dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan). Ghufron mengklaim tak mengetahui adanya informasi tersebut.
"Saya tidak tahu," kata Nurul Ghufron dikonfirmasi, Kamis (5/10).
Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi ini tak menjelaskan lebih jauh soal kabar adanya pemerasan dalam kasus dugaan korupsi di Kementan itu.
Terpisah, tim kuasa hukum Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Febri Diansyah belum mau membocorkan terkait adanya dugaan pemerasan, dalam kasus dugaan korupsi di Kementan. Hal ini setelah beredar surat panggilan pemeriksaan bahwa Polda Metro Jaya tengah menyelidiki dugaan pemerasan kasus di Kementan.
"Tadi belum ada poin itu yang dimintakan kepada kami untuk dijelaskan ke publik saat ini," ucap Febri di NasDem Tower, Menteng, Jakarta, Kamis (5/10).
Febri hanya menjelaskan bahwa Mentan Syahrul Yasin Limpo akan menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/10) hari ini. Hal ini setelah muncul dugaan keterlibatan politikus Partai NasDem itu, dalam kasus dugaan korupsi di Kementan.
"Saya diminta untuk menyampaikan bahwa besok (Kamis) Pak Mentan akan ke Istana menghadap Bapak Presiden," ujar Febri.
Febri yang ditunjuk menjadi tim pengacara Syahrul Yasin Limpo ini tak menjelaskan secara rinci, agenda pertemuan kliennya dengan Presiden Jokowi. Ia pun memastikan, akan memberikan pendampingan hukum terhadap Syahrul Yasin Limpo.
"Tadi yang disampaikan ke kami adalah besok akan menghadap bapak presiden ke Istana, jadi itu yang baru bisa kami konfirmasi dan kami sampaikan hari ini. Yang pasti tim hukum ini akan mendampingi dalam proses hukum yang berjalan mulai hari ini ke depan di tahap penyidikan," tegas Febri.
Beredar surat panggilan pemeriksaan terhadap sopir pribadi Mentan Syahrul Yasin Limpo oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, terkait adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.
Adapun surat panggilan yang beredar itu bernomor Nomor:B/10 339 MII/RES.3.3./2023/Ditreskrimsus diperuntukkan kepada sopir pribadi Mentan Syahrul Yasin Limpo. Surat panggilan itu juga telah ditandatangani oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak pada 25 Agustus 2023.
Sopir SYL bernama Heru diminta menemui penyidik pada Senin 28 Agustus 2023 pukul 09.30 WIB di ruang pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Maksud panggilan guna memberi klarifikasi soal kasus yang sedang ditangani oleh Subdit V Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Sangkaannya terkait Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
