
Altafasalya Ardnika Basya, pelaku pembunuhan terhadap juniornya di UI, Muhammad Naufal Zidan.
JawaPos.com – Sosok kedua orang tua Altafasalya Ardnika Basya, mahasiswa Universitas Indonesia Fakultas Sastra Rusia yang tega membunuh juniornya pada Rabu (3/8), masih menjadi topik hangat warganet yang penasaran.
Pasalnya, kondisi kedua orang tua Altafasalya yang disebut berasal dari golongan mampu, sangat kontras dengan motif pembunuhan yang diungkapkan Altafasalya, yakni memiliki masalahve keuangan hingga terlilit hutang pinjaman online dan menunggak uang pembayaran kontrakan.
Akun TikTok dengan username @zhindiraoktavianisa mengunggah video yang menampilkan potongan slide tangkapan layar dengan tulisan dari sebuah blog yang diduga kuat merupakan blog Ibunda Altafasalya. Tulisan dalam blog tersebut diketahui diunggah pada 3 Januari 2015.
Blog tersebut berjudul 'Ardnika Basya Family' dan menceritakan tentang pengalaman keluarga tersebut menjalani ibadah puasa di tahun tersebut. Penulis blog itu mengungkapkan momen ibadah puasa tahun itu terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain bertambahnya jumlah anak yang dia miliki, juga karena tuntutan anak-anaknya yang semakin spesifik dalam hal keinginan, di mana keinginan tersebut terkadang berjalan tidak sinkron dengan keinginan suaminya.
Dalam blog tersebut, sang penulis menjelaskan secara rinci bagaimana kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki setiap anggota keluarga yang dimulai dari suami hingga ke empat anak-anaknya, termasuk Altafasalya. "Kakak Altafasalya, anak laki-laki pertama kami yang bisa makan dan minum dalam keadaan mata tertutup. Dibangunkan untuk langsung minum susu + cereal dan potongan roti tawar," bunyi tulisannya dalam blog itu.
"Selang beberapa menit, dibangunkan lagi untuk mengunyah nasi + lauk pauk dan sayur yang sudah saya siapkan dan panaskan sebelumnya. Selang beberapa menit selanjutnya dibangunkan lagi untuk minum vitamin dan satu gelas penuh air putih," tambahnya.
Sang penulis juga mendeskripsikan rasa syukurnya memiliki dan berada di sekitar keluarga tersebut dengan mengatakan tiada henti mengucapkan Alhamdulillah. Dia merasa semua itu adalah karunia yang telah Allah berikan padanya atas kepercayaan mendidik empat anaknya yang luar biasa.
"Mama love you much EVERY DAY, Altafasalya Ardnika Basya, Aldisaladiva Ardnika Basya, Alrafatara Ardnika Basya, Alysaladva Ardnika Basya. And my beloved husband, Arie Armend MA," ujarnya mengakhiri tulisan.
Unggahan video TikTok tersebut lantas tidak terlepas dari berbagai reaksi dari warganet. "Sama-sama mempunyai ibu, tapi paling sakit nyut-nyut ya Bu Elfira (ibunda korban)," tulis akun @serasummer_.
"Ga bisa bayangin menjadi ibu korban dan pelaku. Semoga diberi kekuatan kesabaran," ujar warganet lainnya dengan akun @ayu731000. Terdapat beberapa akun TikTok lainnya yang mengaku salah fokus dengan nama keluarga Altafasalya, seperti akun @myhappinesstwo yang menulis komentar "Salfok sama nama anaknya. Pada susah-susah amat dah disebutnya bikin belibet lidah".
Altafasalya sendiri diketahui mengaku menyesal telah melakukan pembunuhan keji tersebut. Hal itu dia ungkapkan dalam konferensi pers di Polres Metro Depok Sabtu (5/8). "Saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada Ibu korban, Bapak korban, keluarga korban, kerabat-kerabat korban, teman-teman, pihak-pihak yang dirugikan sudah saya kecewakan. Saya akan menjalankan hukuman dan menerima konsekuensinya," katanya yang telah menggunakan baju tahanan sambil membelakangi kamera wartawan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
