
Situasi di Jalan Taman Siswa, Kota Jogjakarta, usai tawuran dua kelompok massa di kawasan itu pada Minggu (4/6) malam. Kerusuhan disebut buntut dari peristiwa penganiayaan terhadap anggota PSHT.
JawaPos.com - Kapolda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Irjen Pol Suwondo Nainggolan memastikan kondisi di sejumlah sudut Kota Jogja berangsur kondusif. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi berupa penyiagaan dan patroli di wilayah Kota Jogja dan kabupaten di sekitarnya.
Langkah ini guna mencegah munculnya kerusuhan susulan. Berawal dari kerusuhan yang terjadi di kawasan Jalan Kusumanegara, Jalan Kenari, dan Jalan Tamansiswa. Tepatnya antara satu kelompok dengan warga Kota Jogja.
“Kami terapkan penjagaan satu kompi. Selain itu patroli juga ada di sini dan seluruh wilayah Polres koordinasi. Juga dengan Polres Klaten Polda Jateng lakukan koordinasi sehingga bisa lakukan amankan situasi di Jogjakarta,” jelas Suwondo saat berada di Pendopo Tamansiswa, Kota Jogja, Senin (5/6) dini hari, seperti dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Group).
Suwondo meminta warga Jogjakarta tidak terpancing upaya provokasi. Terutama yang berujung pada kerusuhan dengan kelompok lainnya. Dia meminta agar tetap menahan diri agar penanganan langsung oleh Kepolisian.
Pihaknya juga telah mengevakuasi ratusan anggota kelompok ke Mapolda DIJ. Total dibawa dengan 16 truk milik polisi. Seluruhnya telah diamankan agar situasi kondusif.
“Proses evakuasi sudah lakukan. Dibawa ke Mapolda menggunakan kendaraan Polri, 16 truk yang dibawa ratusan (orang),” kata Suwondo.
Awal mula kasus ini adalah penganiayaan di kawasan Pantai Parangtritis. Korban adalah anggota kelompok silat PSHT yang juga anggota SAR inisial AS, 48. Sementara, tersangka dari kelompok suporter sepak bola Jogjakarta.
Atas kejadian tersebut, Polres Bantul telah menetapkan tiga tersangka. Di antaranya inisial DP, 27, warga Gedongtengen Kota Jogja; HA, 27, warga Bekasi yang tinggal di Gamping Sleman; dan ketiga adalah BA, 31, warga Jogjakarta.
“Kasus Bantul sudah proses, ditangkap 3 orang sudah proses dan segera limpahkan ke Kejaksaan,” ujar Suwondo.
Atas kejadian awal tersebut, Suwondo memastikan pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak yang bertikai. Hasilnya adalah menyerahkan sepenuhnya kasus kepada Polisi. Selain itu juga meredam gejolak yang terjadi.
“Komunikasi sudah baik dengan berbagai pihak. Situasi ini di luar daripada pihak yang sudah komunikasi dengan kami,” pungkas Suwondo.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
