
TANPA KOMPROMI: Mahfud MD memimpin penyitaan aset yang terkait dengan BLBI di Kabupaten Bogor kemarin. Dia didampingi Komjen Agus Andrianto (kiri) dan Rionald Silaban. (RADAR BOGOR)
JawaPos.com - Satgas BLBI diminta lebih tegas kepada obligor, pemilik Bank Tamara Lidia Muchtar dan Atang Latief. Apalagi Satgas BLBI telah memanggil kedua obligor itu pada 30 Maret lalu.
“Kita mendukung langkah Satgas BLBI yang memanggil obligor-obligor seperti pemilik Bank Tamara Lidia Muchtar dan Atang Latief itu. Tapi, kita sayangkan hasil pemanggilan yang dilakukan Satgas BLBI tidak pernah diumumkan ke publik,” kata Direktur Eksekutif MAPHI Christian Patricho Adoe kepada wartawan, Rabu (19/4).
Hingga 25 Maret 2023 lalu, Satgas BLBI berhasil menagih utang para obligor dana BLBI sekitar Rp 28,53 triliun. Realisasi tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan, sebesar Rp 110,45 triliun. Padahal, tugas dari Satgas BLBI akan berakhir pada Desember 2023.
Rico menyoroti beberapa obligor BLBI, termasuk Lidia Muchtar dan Atang Latief yang dipanggil Satgas pada 30 Maret lalu. Dia menilai obligor seperti Lidia dan Atang berupaya menghindari kewajibannya membayar kepada pemerintah.
Rico mendesak Satgas BLBI untuk menelusuri aset-aset milik Lidia dan Atang. "Yang saya tahu gedung Tamara Center yang dulu Bank Tamara itu masih berdiri tegak di kawasan Sudirman, Jakarta. Nah, kita mendorong agar Satgas berani menyita aset Tamara Center tersebut," tegas Rico.
Berdasarkan fakta itu, Rico meminta Satgas BLBI untuk bertindak lebih tegas. Karena, pengemplang utang tersebut sangat merugikan negara. "Ini penting agar obligor segera melunasi kewajibannya kepada pemerintah. Satgas BLBI jangan tebang pilih dan harus tegas kepada semua obligor," pungkas Rico.
Sebelumnya, berdasarkan pengumuman Satgas BLBI keduanya akan dipanggil Satgas BLBI diminta melunasi kewajiban mereka kepada negara pada 30 Maret 2023.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
