
Photo
JawaPos.com - Meski tidak lagi bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap menyampaikan, bersama 56 rekan lainnya masih mengharapkan bisa kembali memberantas korupsi. Yudi tak memungkiri, merasa rindu menangkap pelaku korupsi saat bertugas di KPK.
"Saya masih berharap bahwa kelak 57 ini bisa kembali berkontribusi untuk negeri ini memberantas korupsi dengan ilmu, pengalaman dan skill mereka di bidang hukum, IT, investigasi, intelijen, analis, kehumasan, komunikasi, dan lain-lain," kata Yudi dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Selasa (12/10).
Menurut Yudi, 56 rekan lainnya yang dipecat dari KPK dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) memiliki pengalaman dan kemampuan yang berbeda-beda. Terlebih mereka yang dipecat punya nilai berharga yakni integritas dan kejujuran.
"Nilai tambahnya adalah integritas dan kejujuran," ujar Yudi.
Yudi lantas berbagi kisah saat berjuang memgikuti Indonesia Memanggil kedua pada 2007 lalu. Dia pun membagikan foto kenangan saat mengikuti IM2 tersebut.
"Suatu perjalanan yang panjang dengan keluarga besar yang membuatku nyaman bersama mereka dan selalu smangat berantas korupsi selama ini," ungkap Yudi.
Mantan penyidik KPK ini pun lantas berbagi kisah saat mengikuti IM2 pada 2007 lalu, kata Yudi, dirinya bersama rekan-rekannya saat itu mengikuti pelatihan di BAIS TNI Cilendek dengan berbagai macam materi. Dia menyebut, materi yang diperoleh antara lain,
ilmu hukum, Tipikor, nilai-nilai KPK, menembak, survival, hingga teknik intelijen.
"Saat itu jumlah kami ada 52 orang yang direkrut dari pendaftar 26 ribu lebih, usia sekitar 22-27, aku sendiri baru 23 tahun saat itu, semangat kami sebagai anak muda indonesia yang ingin berantas korupsi tercermin dari semangat belajar dan ikut pelatihan tersebut, dibina fisik dan mental," ucap Yudi mengingat perjalanan kisahnya di KPK kala itu.
Dia menuturkan, meski berbeda unit kerja dengan rekan-rekan lainnya di KPK, tetapi tetap bisa menjalin komunikasi dengan baik. Bahkan kerap kali melakukan makan bersama dengan rekan-rekannya dari berbeda bidang tersebut.
"Walau berbeda unit kerja, tapi di awal kerja tetap kumpul misal sarapan di kantin, makan siang bareng, arisan bulanan, nonton konser, hingga kalau ada yang nikah jadi panitia nikah. Sering juga makan malam bareng, apalagi banyak juga dari daerah yang kost sekitar kantor, ikatan makin kuat," ujar Yudi menandaskan.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
