
Petugas mengamankan barang bukti uang palsu di Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (23/5). Dedhez Anggara/Antara
JawaPos.com - Peredaran uang palsu (upal) senilai Rp11,5 miliar digagalkan aparat kepolisian Polres Indramayu, Jawa Barat. Upal diedarkan ke masyarakat dengan harga jual Rp5 juta untuk upal Rp1 miliar.
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan pengungkapan dilakukan jajarannya berkat informasi yang beredar di masyarakat. Upal Rp11,5 berhasil disita dan empat orang pelakunya diamankan.
"Empat orang kita tangkap, karena terbukti membuat dan mengedarkan uang palsu," katanya seperti dikutip Radar Tegal (Jawa Pos Group), Rabu (26/5).
Empat tersangka tersebut yaitu CAR, 52, SAM, 42, GUF, 45, merupakan warga Indramayu. Seorang lagi, IM, 46, adalah warga Jember, Jawa Timur. Dalam beraksi, CAR dan SAM sebagai pengedar dan memasarkan upal. Sedangkan GUF dan IM sebagai pembuat upal. "Yang membuat dua orang yaitu GUF dan IM, sedangkan pengedarnya itu CAR dan SAM," tuturnya.
Dilanjutkan Hafidh, menurut pengakuan para tersangka dalam memasakan upal Rp1 miliar dijual dengan harga Rp5 juta. "Uang palsu dijual tersangka satu miliarnya seharga Rp 5 juta," katanya.
Upal Rp 1 miliar, dijual kepada warga kampung dengan harga Rp 5 juta dan saat ini identitasnya masih diselidiki. "Uang palsu ini di antaranya dijual kepada warga Lampung dan kami masih belum mengetahui identitasnya," ujarnya.
Para tersangka juga mengaku telah membuat uang palsu sebanyak Rp 24 miliar. Dan mereka membuat sejak Januari 2020. Dari total upal Rp 24 miliar, sebanyak Rp 12,5 miliar kemungkinan besar sudah beredar luas di masyarakat.
"Dari pengakuan tersangka sudah membuat uang palsu Rp 24 miliar, namun saat kita geledah hanya menemukan Rp 11,5 miliar," tuturnya.
Hafidh menjelaskan terbongkarnya kasus peredaran upal, berawal dari kecurigaan anggota Polres Indramayu yang sedang berpatroli, di mana didapati dua orang sedang melakukan kegiatan transaksi. Setelah didekati, salah seorang melarikan diri dan seorang lainnya berhasil diamankan.
"Tersangka yang berhasil diamankan itu pertama CAR, yang akan melakukan transaksi dan dari keterangan yang bersangkutan, kami tangkap tiga tersangka lainnya," ungkapnya.
Saat ditangkap, dari tangan para tersangka, pihaknya menyita beberapa barang bukti, di antaranya uang rupiah palsu pecahan Rp 100 ribu dengan total senilai Rp11,5 miliar, kemudian uang tunai Rp1,1 juta hasil penjualan uang palsu, 55 lembar hasil cetakan uang palsu yang belum dipotong.
Selain itu disita juga dua buah karung putih yang berisi 49 lembar uang Canada belum dipotong, 29 bundel uang dolar Amerika, satu bundel uang dolar Singapura. "Kami juga menyita satu kendaraan roda empat, satu unit sepeda motor, satu unit mesin penghitung uang dan tiga unit telepon genggam," katanya.
Para tersangka akan dijerat Pasal 244 KUHP jo Pasal 36 dan 37 UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman kurungan penjara paling lama seumur hidup dan denda Rp 100 miliar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
