
Ilustrasi kebakaran. Antara
JawaPos.com - Mulyono sudah satu minggu terbaring di Rumah Sakit Cengkareng, Jakarta Barat. Warga Gang Nurul Amal XXI Kecamatan Cengkareng, tersebut menjadi korban penganiayaan pada Senin (22/3). Yuli Hartati (40), istri Mulyono pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (24/3). Kini Yuli telah mengantongi Laporan Polisi : LP/334/K/III/2021/PMJ/RESTRO JB/SEK CENGKARENG.
Dari laporan tersebut dijelaskan bahwa kejadian terjadi sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu korban baru saja pulang kerja dan disambut oleh Yuli. Ketika Yuli membuka pintu rumah kontrakan, saat itu pula di belakang suaminya datang terlapor berinisial RN. Sepintas Yuli melihat RN membawa sebuah botol minuman Mizon.
Kemudian RN membuka botol tersebut dan menyiramkan cairan yang ada di dalam botol tersebut ke tubuh suaminya. Setelah itu RN langsung menyalakan korek dan mengenai suaminya. Seketika, kobaran api pun menjalar di tubuh Mulyono. Pada saat itu juga, RN langsung melarikan diri meninggalkan Mulyono yang tengah terbakar.
Yuli yang melihat suami terbakar berusaha memadamkan api tersebut, namun tidak padam. Justru tangan Yuli ikut terbakar. Mulyono pun segera berlari ke kamar mandi dengan maksud memadamkan api dan akhirnya berhasil padam. Akibat kejadian ini Yuli mengalami luka bakar pada lengan kiri. Sedangkan suaminya Mulyono mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya.
Ketua Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP), Mawil yang diberikan kuasa oleh Yuli mengatakan sebelum disiram, terlapor sempat memanggil Mulyono. Dikatakannya, keduanya saling kenal. "Jadi yang nyiram sempat manggil korban. Korban sama yang nyiram itu tetanggaan," kata Mawil saat dikonfirmasi, Senin (29/3).
Ia sendiri tidak bisa berspekulasi terkait motif penganiayaan tersebut. Namun, dari informasi yang didapat istri yang melakukan penyiraman merupakan rentenir. "Setelah dibakar, korban langsung lari ke kamar mandi nyelem di bak. Korban bekerja sebagai sopir," ucapnya.
Sementara, saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengaku pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Tersangka masih dalam pengejaran," jawab Arsya singkat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
