
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus. Fianda Sjofjan Rassat/Antara
JawaPos.com - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax yang menimpa AXA Mandiri. Polisi memastikan akan menindak tegas setiap orang yang terlibat. Saat ini penyidikan tengah berlangsung terhadap tersangka Bobs Sns.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku diduga telah melanggar Pasal 27 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Sekali lagi saya tegaskan, polisi tidak main-main dan sangat serius dalam menindak tegas penyebar hoax di sosial media, yang merugikan pihak tertentu, terlebih jika hal itu berpotensi mengganggu perekonomian nasional," ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/12).
Sementara itu, tersangka Bobs Sns mengakui telah menyebarkn hoax di media sosial tentang AXA Mandiri. Hoax tersebut menuding AXA Mandiri telah menipu dan merugikan nasabahnya sendiri. Bobs Sns mengaku melakukan itu untuk kepentingan pribadi.
Selain itu, Bobs Sns mengaku jika aksi itu dipicu karena sakit hati, setelah tidak dipromosikan menjadi team leader di perusahaan asuransi tersebut. Sehingga beberapa bulan lalu dia sengaja mengadu domba AXA Mandiri dan nasabahnya.
Kala itu Bobs membaca komentar nasabah yang menanyakan polis asuransinya disebuah grup Facebook. Dia pun turut mengunggah komentar yang mendiskreditkan AXA Mandiri, dalam upayanya menarik perhatian nasabah tersebut, maupun anggota grup lainnya. Postingan hoax tersebut terus dilakukannya dan mendapat dukungan sejumlah akun lain untuk membentuk persepsi negatif terhadap perusahaan asuransi tersebut.
Bahkan, tidak hanya di Facebook, aksi kriminal tersebut juga memanfaatkan sejumlah platform sosial media lainnya, seperti Twitter, Instagram dan YouTube. Di setiap postingannya, Bobs selalu menautkan sejumlah akun resmi instansi pemerintah, pejabat negara, publik figure, dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Hal itu dilakukan agar postingannya mendapat atensi dari berbagai pihak tersebut.
Trik itu terbukti efektif, setelah sejumlah nasabah tertarik menggunakan jasa yang ditawarkannya untuk menarik uangnya secara utuh dari AXA Mandiri. Pelaku mengklaim mengetahui seluk beluk asuransi karena pernah bekerja di perusahaan tersebut. Dia pun memasang tarif untuk para nasabah yang ingin dibantu.
Akibat hasutan Bobs, nasabah AXA Mandiri di grup Facebook tersebut banyak yang percaya, penurunan saldo investasi pada produk asuransi Unitlink, adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan asuransi. Bahkan, sejumlah nasabah juga percaya jika tenaga pemasar asuransi ditugaskan menipu nasabah.
Padahal, penurunan saldo investasi pada produk asuransi Unitlink, dipicu oleh kondisi ekonomi yang sedang melemah di masa pandemi Covid-19. "Saya mengakui seluruh perbuatan saya yang menyebar hoax dan isu negatif terhadap perusahaan asuransi di sosmed," ucap Bobs.
Dia mengaku menyesal dan meminta maaf kepada AXA Mandiri atas perbuatannya tersebut. Dia mengaku perbuatannya hanya untuk keuntungan pribadi.
Sementara itu, kuasa hukum AXA Mandiri Jimmy Simanjuntak mengatakan, bila nasabah memiliki keluhan terkait polisnya, disarankan langsung mendatagi perusahaan. Sebab, mendeskreditkan perusahaan asuransi di media sosial berpotensi merugikan nasabah itu sendiri.
"AXA Mandiri memiliki unit layanan keluhan nasabah, yang dapat membantu masalah yang dialami nasabah pemegang polis. Silahkan ajukan pertanyaan ke jalur resmi, dan jangan langsung percaya dan mengikuti ajakan negatif di media sosial,” ucap Jimmy.
Jimmy menuturkan, tindakan yang dilakukan oleh tersangka sangat merugikan nama baik serta reputasi AXA Mandiri, sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa besar di Indonesia. Masyarakat diminta memahami, bahwa industri asuransi nasional dilindungi oleh UU dan diawasi secara ketat oleh OJK selaku regulator. Sehingga sulit perusahaan asuransi dengan sengaja menipu dan merugikan nasabahnya sendiri.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=gEERRGWkiOk

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
