
Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna. (JAWA POS PHOTO)
JawaPos.com - Sejak Cimahi disahkan sebagai kota otonom pada 2001, sudah tiga orang terpilih menjadi wali kota. Ironisnya, ketiganya harus berurusan dengan KPK.
Yang terbaru, Wali Kota Cimahi periode 2017−2022 Ajay M. Priatna diamankan KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) kemarin (27/11).
Sebelum Ajay, dua wali kota terdahulu juga tersandung kasus korupsi. Yakni, Itoc Tochija dan Atty Suharti. Mereka adalah pasangan suami istri. Itoc merupakan wali kota Cimahi pertama dan menjabat dua periode (2002−2012). Sementara itu, Atty menjadi suksesor suaminya pada periode berikutnya, yakni 2012−2017
Korupsi yang dilakukan Itoc dan Atty terbongkar ketika KPK melakukan OTT terhadap Atty pada Desember 2016. Operasi senyap tersebut terkait dengan dugaan suap proyek pembangunan Pasar Atas Cimahi tahap II. Keduanya telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada Agustus 2017.
Nah, wali kota Cimahi periode berikutnya seperti jatuh di lubang yang sama. Ajay M. Priatna menyusul ke Gedung Merah Putih KPK pukul 14.00 kemarin. Kepala daerah yang juga menjabat ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Cimahi itu diamankan bersama sembilan orang lainnya pada pukul 10.40. Mereka ditangkap di wilayah Bandung, Jawa Barat, yang bersebelahan dengan Cimahi.
Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menerangkan, selain mengamankan Ajay, tim menangkap sejumlah pejabat Pemkot Cimahi dan beberapa orang dari unsur swasta. Penangkapan itu terkait dengan dugaan korupsi izin pembangunan rumah sakit di Cimahi. Mereka langsung menjalani pemeriksaan intensif di KPK.
Ali mengungkapkan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa uang pecahan rupiah senilai Rp 425 juta. Tim juga membawa dokumen keuangan dari pihak rumah sakit. Hingga tadi malam, KPK belum menetapkan siapa saja pihak yang menjadi tersangka dalam OTT tersebut. Termasuk peran wali kota dalam dugaan korupsi itu. ”KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan,” kata Ali saat dikonfirmasi.
Baca juga:

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
