
Penyidik KPK Novel Baswedan. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - 32 bulan berlalu, kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih tak kunjung menemui titik terang. Sejak 11 April 2017 Novel disiram air keras, sampai saat ini polisi tak kunjung menemukan satu pun pelaku penyiraman.
Terkait itu, Anggota Komisi III DPR RI Mardani Ali Sera mempertanyakan keseriusan negara dan aparat penegak hukum menyelesaikan kasus ini. Menurutnya, mereka telah abai terhadap kasus Novel. "Ini pengabaian terhadap kasus Novel adalah pengabaian terhadap kehadiran negara pada pembelaan orang yang ingin berkontribusi pada negara," kata Mardani di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (4/12).
Mardani menilai, Novel tidak bisa dilihat secara personal, namun harus dipandang sebagai simbol pemberantasan korupsi. Di mana korupsi adalah kejahatan luar biasa yang menimbulkan kerugian besar.
"2 tahun lebih ini sebetulnya memalukan, dan kami sedih. Karena itu kembali menghimbau Pak Jokowi dan teman-teman aparat hukum yang mendapat tugas, ayo serius, ayo tuntaskan, jangan ada yang ditutupi buka saja," ucapnya.
Dengan kondisi saat ini, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memandang perlu adanya pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Sebab, dari segala upaya yang dilakukan oleh kepolisian masih tak menbuahkan hasil.
Seperti TPF yang dikomandoi oleh Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian saat masih menjabat Kapolri, tak ada hasil signifikan. Bahkan ketika tugas dilimpahkan kepada Jenderal Pol Idham Azis juga masih jalan di tempat.
"Sudah sangat layak TGPF ini yang terdiri dari teman-teman yang independen. Dibentuk ini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah untuk menuntaskan kasus ini," jelas Mardani.
Keprihatinan terhadap kasus Novel dikatakan Mardani juga tergambar dari aksi Kamisan yang kerap dilakukan kelompok masyarakat sipil sudah dilakukan sekitar 600 kali sejak peristiwa penyerangan.
"Jangan melihat kan cuma 5 orang yang aksi, walaupun 5 orang atau satu orang pun konstitusi kita dapat mengatakan melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
