
PDIP. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kongres V PDIP di Bali sudah selesai. Tetapi ada persoalan setelah hajatan besar partai berwarna merah tersebut. Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung terpaksa harus melapor ke Polda Metro Jaya.
Dewi Tanjung melaporkan pemilik akun @LisaAmartatara3. Pemilik akun itu menulis di twitter, "Kongres PDIP di Bali membawa berkah. Setidaknya, untuk para PSK (penjaja seks komersial). Para wanita malam itu mendapatkan rupiah lebih banyak dibanding hari biasa, karena banyaknya penggembira dan utusan kongres PDIP yang melakukan transaksi." tulis akun @LisaAmartatara3.
Cuitan itu membuat kader PDIP gerah dan melapor ke polisi. "Hari ini saya dari bandara Bali langsung ke Polda Metro melaporkan akun yang bernama @Lisaamartatara3. Dia menghina partai saya, PDI Perjuangan, dan masyarakat Bali," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/8).
Laporan itu tertuang di nomor polisi LP/4952/VIII/2019/PMJ/Dit Reskrimsus tanggal 12 Agustus 2019. Dewi pun membawa bukti-bukti berupa hasil tangkapan layar yang dimasukan ke dalam flashdisk. Dewi merasa tidak terima karena partainya di hina dengan cuitan akun itu.
"Dalam statemen akunnya itu seperti saya bacakan dia mengatakan bahwa kader PDIP memberi berkah yang banyak kepada para PSK di Bali. Terkesan saya melihat dia menghina kader PDIP datang ke Bali untuk melakukan transaksi-transaksi dengan PSK-PSK di sana," tambahnya.
Padahal, kata Dewi, selama Kongres PDIP berjalan para kader tidak keluar dari lokasi acara. Kader pun diberikan sanksi jika mereka ada yang melanggar. "Kader keluar itu langsung ditegur dan dicabut ID dan KTA-nya oleh DPP partai," ucapnya.
Oleh karena itu, Dewi merasa kaget saat kongres berjalan mendadak ramai tersebar unggahan tersebut. "Tadinya saya mau laporin di Bali tapi saya pikir teman-teman di Bali akan melaporkan dan saya juga melaporkan di Jakarta. Jadi akan ada 2 laporan yang dilakukan teman-teman Bali dan Jakarta," lanjutnya.
Dewi menegaskan, pelaporannya ini hanya dibuat untuk pemilik akun yang membuat unggahan.
"Kalau yang dilaporkan terkait twitternya. Ini tulisan dibuat sama dia berbarengan dengan kongres PDIP (saat ini) walaupun dia merepos (berita) dari tahun 2005," tegas Dewi.
Akun tersebut dilaporkan dengan Pasal 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik melalui media sosial junto Pasal 45 A ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.
Sementara itu, dari penelusuran JawaPos.com di twitter, akun @LisaAmartatara3 sudah tidak bisa ditemukan. Menyisakan sejumlah tangkapan layar yang sudah dibagikan ulang oleh para warganet.
"Kongres PDIP di Bali membawa berkah. Setidaknya, untuk para PSK (penjaja seks komersial). Para wanita malam itu mendapatkan rupiah lebih banyak dibanding hari biasa, karena banyaknya penggembira dan utusan kongres PDIP yang melakukan transaksi," tulis akun @LisaAmartatara3.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
