
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.(Mifthulhayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - Densus 88 Antiteror tetap mewaspadai kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung. Walaupun, pimpinannya yakni SL telah ditangkap di Babelan, Bekasi, Sabtu (4/5) kemarin. Karena kelompok ini memiliki militansi tinggi.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan SL ditangkap di kawasan Babelan, Bekasi, Sabtu (4/5). Penangkapan itu berdasarkan pengembangan informasi dari terduga teroris RH dan M yang lebih dulu diringkus di Bitung, Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (2/5).
"Kekuatan (kelompok SL) akan berkurang, setelah SL sebagai leader di kelompoknya (ditangkap). Namun tetap kita tak boleh underestimate," ujar Brigjen Pol Dedi Prasetyo seperti dikutip RMOL.co (Jawa Pos Group) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/5).
Dedi mengatakan, SL memiliki kemampuan untuk merekrut orang ke dalam kelompoknya dan merakit bahan peledak atau bom. Di samping juga ada hal lain yang membuat Densus tetap mewaspadai kelompok ini.
"Densus tetap waspada, sebab kelompok ini memiliki militansi yang luar biasa," tutur mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.
Mereka diduga kerap melancarkan aksi dengan memanfaatkan momen besar di DKI Jakarta. Karena, salah satu aksi yang akan ditunggangi mereka yaitu apabila gerakan people power terjadi. Dengan adanya aksi di tengah kegiatan tersebut, ditengarai bisa memantik kelompok lain untuk beraksi.
"Yang bersangkutan akan memanfaatkan momentum pemilu ini, khususnya di Jakarta. Ketika di Jakarta ini unjuk rasa, dan mengarah ke anakris, ini akan momentum yang bersnagkutan untuk melakukan serangan aksi bom bunuh diri," ujar Dedi.
"Mereka menghendaki itu, apabila ada people power mereka menjadikan itu sarana dalam menjalankan aksinya," lanjutnya.
Kelompok JAD Lampung ini sendiri digerakkan oleh SL. Kelompok ini sempat lari ke Papua dan membentuk dua sel di sana. Kemudian sel pertama diarahkan ke Bekasi, satu lainnya ke Poso.
JAD Lampung ini dikatakan Dedi berbeda dengan Sibolga, ini dianggap jauh lebih keras. Selain itu SL juga memiliki kemampuan merakit bom.
Lebih lanjut, penyandang bintang satu polri ini mengatakan, kelompok JAD Lampung tersebut bergerak terstruktur. Dengan tujuan utama aparat kepolisian yang sedang bertugas.
"Kemudian mereka akan menyerang Pos Polisi Jati Asih. Densus masih akan terus bekerja, artinya kelompok SL ada terstruktur sendiri, tapi mereka terafiliasi ke ISIS," pungkas Dedi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
