
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon
JawaPos.com - Penahanan politisi Gerindra sekaligus musisi pentolan Dewa 19 dinilai sebagai manuver pemerintah Joko Widodo (Jokowi) untuk mengkriminalisasi satu per satu lawan politiknya.
Selain Dhani, upaya pemidanaan terhadap Buni Yani semakin jelas terlihat bahwa kubu petahana membungkam oposisi yang menyampaikan kritik terhadap era kepemimpinan Jokowi.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon usai menggelar aksi solidaritas terhadap Ahmad Dhani di Kantor DPP Gerindra di Jalan Harsono 54 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/1).
Fadli beranggapan, kasus yang dialami Ahmad Dhani dan Bumi Yani itu merupakan kasus yang sangat sumir. Dan kasus tersebut sangat membahayakan demokrasi di Indonesia apabila diteruskan. Karena UU ITE itu membatasi hak berpendapat, baik lisan dan tulisan warga negara yang sebetulnya dijamin oleh konstitusi.
"Sebetulnya tidak boleh ada kasus sebenarnya. Karena tidak menulis alamat ke siapa pun, tidak menistakan, tidak memberikan ujaran kepada siapa pun. Mas Dhani hanya ekspresi berpendapat. Ini jelas kriminalisasi," pungkasnya.
Kasus yang dialami baik Ahmad Dhani dan Bumi Yani itu, menurutnya, akibat dari penindakan penegakan hukum yang tidak profesional. Dia menyayangkan tindakan hukum belakangan ini tidak profesional.
"Ya harus diakui kalau penegakan hukum era Jokowi ini tidak profesional. Saya lihat di Kejaksaan Agung diisi oleh orang parpol yang berlawanan dengan pihak oposisi," kata dia.
Dari penegakan hukum yang tidak profesional dan lembaga penegakan hukum diisi oleh elit partai politik, menurut Fadli, hal itu bisa saja menimpa conflict of interest. Serta, menjadi alat kekuasaan untuk mengkriminalisasi lawan politiknya.
"Hukum di era pemerintahan Jokowi ini jelas-jelas menjadi permainan politik, manuver politik. Jadi, menurut saya ini sangat membahayakan," tambah Fadli.
Kondisi seperti itu, menurut Fadli, menjadi keprihatinan dari relawan-relawan Prabowo-Sandi dan pendukung Ahmad Dhani menggelar aksi solidaritas.
Dia menambahkan, semula aksi solidaritas itu akan dilaksanakan di kediaman Ahmad Dhani. Akan tetapi, karena tidak cukup menampung antusias relawan dan pendukung maka acara diadakan di DPP Gerindra.
"Rencananya tadi diagendakan di rumah Mas Ahmad Dhani. Karena relawan ini banyak jadi dipindahkan ke sini. Mereka rencananya ada yang bikin aksi, ada kegiatan lain seperti aksi seni budaya. Semakin banyak dukungan, saya kira menunjukkan keprihatinan," tambahnya.
Selain itu, kata dia, dukungan yang mengalir kepada Ahmad Dhani tersebut menjadi trending topic di media sosial. Hal ini menjadi satu isyarat bahwa masyarakat punya nalar hukum. Untuk membedakan mana yang benar penegakkan hukum atau atau hukum sebagai alat politik.
"Tim hukum sudah buat satu langkah hukum untuk banding. Apa yang dialami Dhani itu sebetulnya belum inkrah. Belum ada eksekusi. Ini sangat-sangat aneh. Ini alarm dan warning bagi demokrasi kita," pungkasnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
