Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2026 | 00.02 WIB

Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur, DPD RI Klaim Dampak Pembangunannya Terasa Bagi Rakyat

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin dalam pidato di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 pada Jumat (14/8), menyematkan sebutan “Bapak Pembangunan Infrastruktur” kepada Joko Widodo (Jokowi).

Sikap Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kepada Presiden ke-7 RI itu diapresiasi Bustami Zainudin, anggota DPD/MPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung. 

Menurut dia, penyebutan Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia bukan sekadar ungkapan penghormatan, melainkan memiliki dasar kuat. Ukurannya dari pembangunan yang berlangsung selama dua periode kepemimpinan Presiden Jokwoi (2014-2019 dan 2019-2024).

"Ada fakta yang bisa kita lihat dan rasakan di lapangan. Hampir di seluruh daerah, masyarakat merasakan hadirnya pembangunan infrastruktur selama beliau memimpin,” ujar Bustami kepada wartawan pada Sabtu (15/8).

Menurut anggota DPD dapil Lampung itu, pembangunan infrastruktur pada era Jokowi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi di berbagai daerah.

Pembangunan jalan, jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan hingga infrastruktur pendukung lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Pembangunan tersebut memiliki arti penting bagi daerah, karena infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk membuka keterisolasian, memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ada daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kemudian aksesnya terbuka. Ada sentra produksi yang semakin mudah terhubung dengan pasar.  

"Ini adalah warisan pembangunan yang manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah pemerintahan berganti,” kata Bustami.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore