
Ilustrasi body shaming
JawaPos.com - Body shaming sepertinya lumrah di kehidupan masyarakat Indonesia. Tak hanya orang dewasa, perilaku mengejek bentuk fisik itu kerap di lakukan anak-anak kepada temannya.
Belakangan hal ini menjadi perhatian sejumlah pihak mengingat maraknya body shaming di media sosial. Dan ternyata, ada ancaman pidana bagi mereka yang melontarkan ejekan fisik.
Lantas sebenarnya apa yang memunculkan body shaming?
Pengamat Sosial yang juga Ketua Program Studi Vokasi Komunikasi UI Dr. Devie Rahmawati mengatakan, ada empat penyebab body shaming.
Pertama, kultur patron klien yang berarti orang yang di atas atau lebih hartanya, tenar, memiliki kekuasaan 'untuk bisa melakukan apapun'. "Kalau di sekolah ada orang yang lebih hebat, keren, kita punya kecenderungan menerima saja dan terus berlanjut," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (25/11).
Problemnya, kata dia, dahulu orang yang melakukan body shaming tidak terdeteksi, namun sekarang meninggalkan jejak di media sosial dan membuat perasaan si objek tidak nyaman karena tersebar lebih luas.
"Dulu hinaan kan paling di dengar satu dua orang. Sekarang seluruh dunia, dan membuat orang yang terima penghinaan semakin stress," tegas Devie.
Penyebab kedua yakni patriaki. Yakni, ketika perempuan cenderung menjadi objek dari lelucon terkait tubuh. "Gendut, kurus, item, jarang kan laki-laki dikatain gitu. Laki-laki mungkin terkait besar tubuh. Perempuan banyak elemennya, ini budaya patriaki," tutur dia.
Ketiga, minimnya pengetahuan bahwa body shaming adalah perilaku yang salah atau buruk dan saat ini dapat dipidanakan jika ada aduan. "Makanya kalau media mengangkat (soal body shaming) dan aparat menindak, saya sepakat," kata Divie.
Faktor keempat adalah post kolonial. Yaitu virus dimana orang Indonesia selalu melihat sesuatu yang kebarat-baratan seperti putih, tinggi, mancung adalah sempurna. Sedangkan yang pendek, hitam, bertubuh besar itu buruk.
"Alam mentalnya. Keren itu putih, cantik. Banyak iklan mempengaruhi alam mental bahwa cantik itu putih. Empat P ini yang melandasi dari dulu, cuma sekarang tersebar di medsos," tukas Devie.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
