
Kapolri Jendral Tito Karnavian.
JawaPos.com - Isu suap yang menyeret nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian menarik perhatian politikus senior PAN Amien Rais. Dia meminta orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu dilengserkan dari jabatannya.
"Saya tahu Anda semua ingin tahu soal KPK dan lain-lain. Saya tidak akan berpanjang-panjang. Saya minta Kapolri Tito Karnavian dicopot," tegas Amien sesaat sebelum pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).
Katanya, tak perlu ditanyakan lagi alasan dia mendesak Tito dicopot. "Alasannya kenapa? Saya tidak perlu jelaskan lagi. Silakan pikirkan lagi," kilahnya.
Kata Amien, masih banyak perwira tinggi Polri yang layak menjadi Kapolri. "Stok kepimpinan Polri yang jujur dan mengabdi untuk bangsa negara masih banyak untuk mengganti Pak Tito Karnavian," tegas dia.
Dewan Penasihat 212 itu mengatakan, sejatinya pihaknya sangat cinta kepada kepolisian sebagai tulang pungung keamanan nasional. "Tapi kalau ada oknum yang nggak bener harus diganti," tukas Amien.
Sekadar informasi, kasus suap impor daging terungkap setelah KPK menangkap Patrialis Akbar pada awal 2017 lalu. Dia dituduh menerima suap dari importir daging, Basuki Hariman, untuk memenangkan uji materi UU 14/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Dalam kasus ini, Patrialis divonis hukuman delapan tahun penjara. Sementara Basuki dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan anak buah Basuki, Ng Fenny dihukum lima tahun penjara.
Namun kasus suap impor daging ini merembet ke beberapa pejabat. Saat KPK menggeledah kantor Basuki, ditemukan buku catatan pengeluaran atas nama PT Panorama Indah Sejati, salah satu perusahaan Basuki.
Di buku tersebut tercatat aliran dana yang ditujukan ke beberapa orang yang diduga pejabat negara seperti di kepolisian, bea cukai, hingga kementerian. Termasuk Tito Karnavian yang kala itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Sebelumnya, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) tak mau ambil pusing dengan isu adanya sejumlah pejabat yang menerima aliran dana kasus suap Basuki Hariman. Termasuk mengarah kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Ya kalau dipelajari tentu kita akan pelajari, tapi kalau memang itu hoaks ya nanti kita buang. Gitu kan. Kita nggak akan membuang-buang waktu yang tidak perlu," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Selasa (9/10).
Kata dia, kepolisian saat ini fokus menuntaskan kasus hoaks penganiayaan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. "Sekarang kita fokus ke masalah yang kasus menghebohkan ini Ratna Sarumpaet. Kita fokuskan dulu ke situ," sebut Setyo.
Pihaknya ingin serius menangani perkara ini dengan memeriksa sejumlah pihak yang disebut oleh Ratna. "Kita minta klarifikasinya, dan mohon kerja sama untuk memberikan klarifikasi sebenar-benarnya sehingga semuanya bisa terang benderang kasus ini," tutur Setyo.
Soal ada tidaknya kepentingan mengingat isu lama ini dipublikasi kembali di tahun politik, Setyo enggan berspekulasi. Juga ketika ditanya adakah kecurigaan bahwa isu ini dimainkan untuk menyerang institusi kepolisian.
"Ini namanya pertanyaan yang menjebak. Kita lihat aja nanti perkembangannya. Saya tidak akan menyampaikan masalah substansi," tukas Setyo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
