
Inneke Koesherawati usai menjalani pemeriksa terkait kasus suap kasus yang melilit suaminya di kantor KPK Jakarta, Sabtu (21/7) malam
JawaPos.com - Masyarakat dibuat terkejut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran mengamankan artis cantik Inneke Koesherawati dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Jumat (20/7) malam hingga Sabtu (21/7) dini hari.
Inneke memang satu dari enam orang yang diamankan oleh lembaga antirasuah dalam dugaan kasus suap pemberian fasilitas, pemberian perizinan, ataupun pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin yang juga menyeret nama suaminya, Fahmi Darmawansyah. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, status Inneke hingga saat ini masih sebagai saksi.
"Sementara Inneke masih saksi," ujarnya saat konpers berlangsung, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7).
Menanggapi pemeriksaannya yang hampir 22 jam, Inneke yang keluar dengan mengenakan baju biru, jaket hijau, dipadu kerudung hijau bermotif bunga, enggan berkomentar apa pun saat dicecar pertanyaan olek awak media. Perempuan cantik yang kini kerap menjadi bintang iklan ini malah menangis sesenggukan menghadapi pertanyaan bertubi-tubi yang dilontarkan wartawan.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husein sebagai tersangka kasus suap. Wahid diduga menerima sejumlah uang suap dari Fahmi dan Napi korupsi lain terkait pemberian fasilitas, pemberian perizinan, maupun pemberian lainnya di Lapas Sukamiskin.
“Setelah melakukan pemeriksaan dan dilanjutkan gelar perkara dalam waktu 1x24 jam, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara megara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut berbuat terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian perizinan, ataupun pemberian lainnya di LP Klas 1 Sukamiskin,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7)
Selain Wahid, KPK juga menetapkan pihak lain sebagai tersangka. Mereka antara lain yakni Hendry Saputra (staf wahid), Fahmi Darmawansyah (terpidana korupsi), dan Andri Rahmat (Napi/tamping Fahmi)
Sebagai pihak penerima, Wahid Husein dan Henry Saputra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Sedangkan Fahmi—suami Inneke—dan Andi Rahmat sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
