
Blok napi dan lokasi sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat telah selesai disterilisasi petugas, Kamis (10/5).
JawaPos.com - Dua puluh hari pasca insiden mengerikan di Rumah Tahanan (rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, hingga kini kerusuhan tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan di benak publik, salah satunya tanggung jawab dari pihak Mako Brimob itu sendiri.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, sudah sepatutnya ada petugas yang diberi sanksi karena pecahnya bentrokan itu. Namun, dia heran, hingga saat ini Polri belum menyampaikan siapa yang harus bertanggung jawab.
"IPW menuntut Polri harus segera mencopot para pejabat kepolisian yang bertanggung jawab dalam kasus ini, baik di Rutan Brimob maupun di Surabaya," ungkap Neta melalui siaran persnya yang diterima JawaPos.com, Selasa (29/5).
Neta melihat kerusuhan yang terjadi rutan Mako Brimob tak lepas dari kecerobohan petugas. Hal itu dapat dilihat dari terjadinya kelebihan kapasitas.
Selain itu, rutan tersebut juga tidak dilengkapi dengan fasilitas keamanan maksimum layaknya untuk narapidana kasus terorisme (napiter).
"Jika dicermati, kasus kerusuhan itu terjadi akibat kecerobohan yang luar biasa dari aparatur institusi kepolisian, di mana 160 tahanan teroris ditempatkan di rutan yang tidak layak hingga Kapolri mengaku kaget Rutan Brimob menjadi begitu over kapasitas," lanjut Neta.
Lebih jauh Neta memprediksi kasus kerusuhan di rutan Mako Brimob ini akan dilupakan begitu saja. Sebab ia melihat tidak ada perkembangan pasti dalam pengungkapan kasus ini.
"Kasus kerusuhan yang menewaskan lima polisi itu sepertinya akan dilupakan begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab dan tanpa ada yang harus dicopot," tegas Neta.
Jika hal ini terjadi, Neta menilai akan berdampak buruk bagi kinerja aparat Kepolisian. Mereka akan kehilangan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi peristiwa-peristiwa lain.
"Jika tidak ada tindakan tegas, para pejabat kepolisian yang bertanggung jawab, tidak akan pernah punya tanggung jawab moral dalan menjalankan tugas-tugas yang sudah diamanahkan dan mereka akan berubah menjadi raja-raja kecil yang tak tersentuh," pungkas Neta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
