Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 20.15 WIB

Tak Ada Perkembangan, IPW Yakin Kerusuhan Mako Brimob Bakal Menguap

Blok napi dan lokasi sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat telah selesai disterilisasi petugas, Kamis (10/5). - Image

Blok napi dan lokasi sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat telah selesai disterilisasi petugas, Kamis (10/5).

JawaPos.com - Dua puluh hari pasca insiden mengerikan di Rumah Tahanan (rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, hingga kini kerusuhan tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan di benak publik, salah satunya tanggung jawab dari pihak Mako Brimob itu sendiri.


Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, sudah sepatutnya ada petugas yang diberi sanksi karena pecahnya bentrokan itu. Namun, dia heran, hingga saat ini Polri belum menyampaikan siapa yang harus bertanggung jawab.


"IPW menuntut Polri harus segera mencopot para pejabat kepolisian yang bertanggung jawab dalam kasus ini, baik di Rutan Brimob maupun di Surabaya," ungkap Neta melalui siaran persnya yang diterima JawaPos.com, Selasa (29/5).


Neta melihat kerusuhan yang terjadi rutan Mako Brimob tak lepas dari kecerobohan petugas. Hal itu dapat dilihat dari terjadinya kelebihan kapasitas.


Selain itu, rutan tersebut juga tidak dilengkapi dengan fasilitas keamanan maksimum layaknya untuk narapidana kasus terorisme (napiter).


"Jika dicermati, kasus kerusuhan itu terjadi akibat kecerobohan yang luar biasa dari aparatur institusi kepolisian, di mana 160 tahanan teroris ditempatkan di rutan yang tidak layak hingga Kapolri mengaku kaget Rutan Brimob menjadi begitu over kapasitas," lanjut Neta.


Lebih jauh Neta memprediksi kasus kerusuhan di rutan Mako Brimob ini akan dilupakan begitu saja. Sebab ia melihat tidak ada perkembangan pasti dalam pengungkapan kasus ini.


"Kasus kerusuhan yang menewaskan lima polisi itu sepertinya akan dilupakan begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab dan tanpa ada yang harus dicopot," tegas Neta.


Jika hal ini terjadi, Neta menilai akan berdampak buruk bagi kinerja aparat Kepolisian. Mereka akan kehilangan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi peristiwa-peristiwa lain.


"Jika tidak ada tindakan tegas, para pejabat kepolisian yang bertanggung jawab, tidak akan pernah punya tanggung jawab moral dalan menjalankan tugas-tugas yang sudah diamanahkan dan mereka akan berubah menjadi raja-raja kecil yang tak tersentuh," pungkas Neta.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore