Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Maret 2018 | 22.41 WIB

Anak Buah Kapolri: Polisi Gendut Cocoknya Jadi Dalang

Asisten SDM POlri, Irjen Pol Arief Sulistyanto (tengah baju putih) dalam sebuah acara beberapa waktu lalu - Image

Asisten SDM POlri, Irjen Pol Arief Sulistyanto (tengah baju putih) dalam sebuah acara beberapa waktu lalu

JawaPos.com - Perwira Polri mulai kini tampaknya harus berhasil dalam menjalankan tugas yang diembannya. Sebab jika gagal, diwacanakan akan berpengaruh pada jenjang karir di Korps Bhayangkara itu. 


"Ke depan kita akan buat itu berpengaruh (keberhasilan tugas dengan proses karir)," ujar Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/3).


Dia menuturkan, saat ini Polri sedang melakukan penyederhanaan sistem personil. Semua hal yang dilakukan atau tugas yang dikerjakan para anggota akan dicatat, direkam, tak terkecuali kesalahan yang diperbuatnya. 


Setiap enam bulan sekali pun pihaknya akan mengadakan tes kesehatan. "Sehingga ketika Kapolri akan melakukan pertimbangan karir, itu kita akan muncul kan. Kesehatannya bagaimana, jangan sampai nanti Kapolda baru presentasi, terus pingsan, gagal," singgung jenderal bintang dua itu. 


Bahkan mereka juga akan mempertimbangkan berat badan untuk menempatkan perwira pada jabatan tertentu.  "Ya nanti saatnya dari status kesehatan, overweight nggak cocok jadi kapolres. Cocoknya jadi dalang," ucapnya seraya tertawa.  


Ya, terutama untuk jabatan tertentu seperti Kapolres atau tingkat di atasnya, SDM Polri akan memperhitungkan betul skor yang perwira miliki. "Untuk jabatan tertentu kita akan lihat skornya. Tidak ada lagi prestasi tak terhimpun, dosa tak terangkum, nggak ada lagi," tutur Arief. 


Sementara itu, dia menuturkan sudah ada perwira Polri yang gagal dalam menjalankan tugasnya. Yakni, Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno.  


Diketahui, Heru dicopot dari jabatannya usai terjadinya bentrok antara anggota Polri dan warga yang mayoritas ibu-ibu pengajin di kawasan Tanjung, Kelurahan Keraton, Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pekan lalu. Itu dipicu terkait pembebasan lahan. 


"Ini kan masalah sensitif. Makanya rame di sana. Daripada ini, ya sudah, berarti dia gagal dalam menganalisis situasi dan mengambil langkah-langkah. Saya katakan supaya meredam, kalau enggak akan digoreng terus, maka keputusan ya diganti saja," tukas Arief. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore