
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto
JawaPos.com - Pemuda 22 tahun, Suliono yang merupakan pelaku tunggal penyerangan Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta melakukan aksinya karena mendapat pemahaman keliru dari internet.
“Suliono termotivasi menjadi lonewolf atau peneror yang melancarkan aksinya seorang diri, karena belajar dari internet," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Selasa (13/2).
Kata Setyo, sejak meninggalkan kampung halamannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Suliono tidak memiliki tempat tinggal yang tetap. Suliono pun terbilang hanya singgah di Yogyakarta.
Selama tiga hari di Jogja, dia menginap di sebuah musalah. Bahkan dia sempat berkomunikasi dengan penjaga musalah dan juga warga setempat. Namun, disayangkan RT dan RW setempat tidak mengetahuinya.
Sebelumnya, Suliono juga singgah di Magelang, Jawa Tengah dan sempat belajar di sebuah pondok pesantren. Tercatat, selama singgah di kota itu, dia mengajukan paspor ke Suriah, tapi terkendala dengan dokumennya yang tidak lengkap.
"Sehingga paspornya ditolak Imigrasi Magelang dan Jogja. Dua atau tiga kali (mengajukan). Saya dapat informasi dia memang berupaya melakukan jihad mau ke luar negeri," tuturnya.
Karena tak kunjung berangkat, Suliono akhirnya berencana melancarkan aksi ’jihadnya’ yang salah itu di Sleman. Dari wawancara oleh pihak Kepolisian, Suliono mengaku menelusuri gereja yang dekat dengan tempat singgahnya.
"Dia melihat-lihat internet di mana gereja yang deket-deket situ, di mana dia bisa beli senjata, informasi yang kita terima seperti itu," jelas Setyo.
Sebelumnya diketahui, peristiwa penyerangan terjadi di sebuah gereja di Sleman, menyebabkan 4 jemaat dan 1 anggota polisi mengalami luka. Korban dibawa ke Panti Rapih Yogyakarta. Sementara pelaku yang dilumpuhkan dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta.
Pelaku bernama Suliono itu pun kini telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
