
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan, cuitan Alfian Tanjung terkait 'PDIP 85 persen kadernya PKI' sangat meresahkan PDIP sebagai partai besar di Indonesia.
"Kerugiannya sangat besar, karena kami di tuduh 85 persen PKI," kata Hasto di persidangan Alfian Tanjung, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/2).
Menurut Hasto, Ketua DPP PDIP yang juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merasa sangat resah atas pernyataan Alfian Tanjung tersebut.
Bahkan Hasto meyakini, kader PDIP sebanyak 92 persen beraga Islam dan apa yang dituduhkan oleh Alfian Tanjung tidak benar.
"Yang jelas, 85 persen kader PKI itu fitnah sangat serius dan tidak benar," tegas Hasto.
Bahkan atas pernyataan Alfian Tanjung di media sosial twitter tersebut, kata Hasto, pihaknya meminta bantuan kepada KH Maruf Amin untuk meyakini masyarakat kalau kader PDIP bukan PKI.
"Pernyataan Alfian Tanjung sangat serius. Kami meminta bantuan kepada Kiai Maruf Amin bahwa apa yang disampaikan Alfian Tanjung tidak bertanggungjawab," jelasnya.
Diketahui, Hasto merupakan pelapor Alfian Tanjung terkait kasus cuitan yang menuliskan 'PDIP 85 persen isinya kader PKI'.
Alfian disangka melanggar Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022