
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menunjukkan kedua pelaku saat proses gelar perkara
JawaPos.com - IBR, pelajar SMK di Kota Semarang yang dicokok petugas kepolisian Polrestabes Semarang akibat menggorok leher pengemudi taksi online, dikenal sebagai anak yang alim, sopan dan patuh terhadap orang tua.
Lingkungan sekitar, tetangganya pun tak menyangka anak berusia 16 tahun itu ditangkap atas kasus pembunuhan.
Di lingkungan dimana IBR tinggal di daerah Jalan Lemah Gempal V RT 05 RW 04, Kelurahan Barusari, Semarang, pelajar Teknik Komputer Jaringan (TKJ) kelas X tersebut dikenal sebagai seorang anak yang sopan dan ramah.
Menurut pengakuan Ketua RT setempat, Adi Prasetyo, IBR tak pernah sekali pun memperlihatkan sosok anak yang urakan, terutama dari perilaku dan cara berpakaian. Ia pun selalu bertegur sapa jika berpapasan dengan tetangga lain.
"Biasa dia kalau di rumah main bersama anak seumurannya. Semenjak masuk SMK itu ya mulai kelihatan banyak temannya," Adi ditemui di rumahnya, Rabu (24/1).
Adi menuturkan, dirinya beserta warga lain tidak pernah menemukan tindakan-tindakan yang tergolong meresahkan ketika teman-teman IBR bermain ke rumahnya. Ibu angkat IBR, Hayu, juga sering melapor kepada RT setempat jika ada teman anaknya yang bermalam di kediamannya.
Menurut Adi, IBR tinggal bersama kakak dan ibu angkatnya yang tidak lain adalah bibinya. Mereka tinggal di rumah milik neneknya itu sejak IBR masih kanak-kanak. Mereka sekeluarga pun diketahui sering pulang ke rumah ayah IBR di daerah Sambiroto, Tembalang.
"Mereka bukan warga sini tapi menempati rumah milik nenek IBR yang sudah meninggal. Keluarga mereka juga dikenal dekat oleh warga sini," tambah Adi.
Hayu sendiri diketahui sebagai pegawai negeri sipil yang bertugas di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Ia juga didapuk menjadi bendahara di kepengurusan RT setempat.
Sementara Rita, istri Adi mengatakan semasa IBR masih duduk di bangku SMP, ia sering menjumpai IBR bersama kakaknya bermain Playstation di daerah Suyudono. "Anak saya kan memang juga kadang mainan PS kalau libur. Saya juga sering lihat dia (IBR) sama kakaknya main," ujar Rita.
Senada dengan Adi, ia pun menggambarkan sosok IBR sebagai anak patuh kepada orang tua serta ramah terhadap tetangga.
Sikap sehari-hari itulah yang kemudian membuat Rita beserta warga lainnya tak percaya mendengar kabar bahwa IBR menjadi salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan driver taksi online bernama Deni Setyawan.
Ia kaget bukan main anak tetangganya bisa melakukan aksi sekeji itu. "Jelas tidak percaya anak sependiam, sopan itu tega membunuh orang," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, IBR, 16, dan DIR, 15, adalah tersangka dalam kasus pembunuhan yang menewaskan Dani Setiawan, 25, seorang driver taksi online warga Kemijen, Gayamsari, Kota Semarang.
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (20/1) lalu. Jasad Deni ditemukan di Perumahan Bukit Cendana, Sambiroto, Tembalang, dengan luka menganga pada bagian leher diduga akibat sayatan benda tajam.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
