
Kanitreskrim Polsek Gubeng IPTU Joko Soesanto menunjukkan tali pramuka yang dipakai gantung diri oleh korban
JawaPos.com - Keputusan APA, siswa kelas XI SMAN 16 Surabaya yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri memakai tali pramuka cukup mengagetkan teman-temannya.
Meskipun selama ini kerap terlihat murung, mereka tidak sampai mengira bahwa sulung dari dua bersaudara itu akan berbuat nekat. Indikasi bahwa APA akan gantung diri tersirat beberapa jam sebelum dia ditemukan tewas.
Menjelang ajalnya, korban sempat membuat status di LINE. Statusnya singkat dan padat, "Farewell", yang menggambarkan perpisahan atau selamat tinggal. Kata tersebut seolah menjadi isyarat APA meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. "Statusnya dibuat sekitar jam 4 pagi tadi," kata Benny (nama samaran), 17, teman sekelas APA saat kelas X kepada JawaPos.com, Sabtu (16/12).
Benny sendiri tidak mengira bila status itu berhubungan dengan tindakan gantung diri yang dilakukan APA. "Ini anak-anak (teman-teman) masih ramai membahas status itu. Mungkin memang sudah ngasih tanda-tanda," imbuhnya.
Selain membuat status Farewell, di beranda LINE, APA juga memajang cover foto dalam bahasa Inggris. Saat membacanya, orang bisa menebak bila dia memang tengah dilanda kegalauan hidup. Inti cover tersebut menceritakan soal hidup orang yang tidak berguna, dibanding-bandingkan, seolah ingin berteriak dan menangis.
Imron, 17, teman korban saat bersekolah di SMPN 29 Surabaya mengatakan bahwa Kamis (14/12) lalu keduanya sempat kumpul ramai-ramai. Di mata Imron, sosok APA memang sedikit berubah. "Kalau sama teman-teman SMP dia ceria mas. Tapi kalau sama teman SMA memang diam," kata Imron.
Dia menceritakan bahwa sosok APA memang cerdas. Dia kerap mendapat ranking. Bahkan nilai UN-nya juga tergolong di atas rata-rata teman SMP-nya.
Saat kumpul-kumpul, APA imbuhnya juga terlihat cair. Dia ikut nimbrung saat kawan-kawannya membahas soal cewek. "Kami kan ngobrol-ngobrol, iki loh onok arek ayu rek (ini loh ada anak cantik, red). Nah, dia (APA) langsung antusias gitu," cerita Imron.
"Endi-endi aku ndeloki fotone (mana-mana aku lihat fotonya, red)," lanjut Imron menirukan ucapan APA saat itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, APA ditemukan tewas gantung diri dengan menggunakan tali pramuka, Sabtu (16/12) pagi. Polsek Gubeng yang menerima laporan telah melakukan olah TKP. Saat mereka datang, jenazah APA sudah diturunkan oleh ayahnya.
Kanitreskrim Polsek Gubeng IPTU Joko Soesanto menjelaskan, berdasar hasil olah TKP oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya memastikan persitiwa itu murni bunuh diri. "Perkiraan waktu bunuh dirinya selepas Subuh. Sebab saat kami datang, kondisi jenazah masih anyep," ucap Joko.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
