
Bos First Travel sebelum ditangkap polisi karena dugaan penipuan
JawaPos.com - Bos First Travel Andika Surachman berkenginan menjual aset kekayaannya yang disita polisi untuk mengganti kerugian para calon jemaah umroh yang belum berangkat. Namun, perihal itu, polisi masih menunggu kepastian dari keputusan pengadilan.
"Itu kan barang bukti. Tergantung jaksa maupun hakim yang menentukan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/12).
Barang bukti yang saat ini disita, kata Setyo, bukan menjadi milik negara. Namun, polisi tidak bisa serta merta menjual aset itu sebelum ada putusan pengadilan.
"Jadi nanti kita lihat sidangnya seperti apa," ungkap Setyo.
Setyo menjelaskan, pada persidangan, hakim akan memutuskan barang bukti berupa aset milik First Travel nantinya dikembalikan kepada terdakwa, kepada negara, atau kepada yang berhak, dalam hal ini korban. Kalau misalnya diputuskan aset dikembalikan kepada jemaah, pengadilan juga yang bakal memutuskan rincian atau mekanisme pengembalian aset.
"Berapa orangnya, terima berapa. Itu namanya putusan tambahan," jelas Setyo.
Keinginan Andika menjual aset yang disita untuk membiayai jemaah umrah yang belum berangkat itu diungkapkan dalam persidangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.
Pada persidangan, Andika berjanji untuk memberangkatkan jemaah umrah korban First Travel. Dia berniat memberangkatkan jemaah dengan menjual aset yang disita polisi dan sokongan dana dari pihak yang disebut sebagai 'sahabat' dan 'lembaga' yang akan membantu.
"Dengan adanya bantuan para sahabat dan para pendana, diharapkan para vendor yang akan mendukung keberangkatan bapak-ibu juga akan terjamin," kata Andika di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/12).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
