
Istri Setya Novanto diperiksa sebagai saksi kasus korupsi e-KTP, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/11).
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Deisti Astriani Tagor, istri tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto untuk bepergian ke luar negeri. Mereka pun mengirimkan surat permohonan pencegahan tersebut ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.
Adapun pencegahan Deisti dilakukan bukan dalam rangka penyidikan suaminya, melainkan tersangka Anang Sugiana Sudihardjo.
"KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk pencegahan ke luar negeri terhadap Deisti Astriani Tagor dalam proses penyidikan e-KTP dengan tersangka ASS," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kami (23/11).
Kata dia, keterangan Deisti dibutuhkan dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam skandal korupsi e-KTP tersebut. "Dan agar saat dibutuhkan keterangannya tidak sedang berada di luar negeri," sebut Febri.
Adapun pencegahan Desti dilakukan selama enam bulan ke depan. "Jangka waktu enam bulan ke depan terhitung sejak 21 November 2017," pungkas mantan aktivis ICW itu.
Sekadar informasi, nama Deisti sebagai pemilik PT Mondialindo Graha Perdana mencuat saat Setya Novanto hadir sebagai saksi di persidangan terdakwa korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, Jumat 3 November 2017.
Saat itu, Setya Novanto dicecar soal kepemilikan saham Deisti dan anaknya Reza Herwindo di PT Mondialindo Graha Perdana.
Jaksa KPK menyebut istri dan anak Ketua Umum Partai Golkar itu masing-masing memiliki 50 persen dan 80 persen saham PT Mondialindo Graha Perdana. Perusahaan itu diketahui juga menjadi pemegang saham PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender proyek e-KTP.
Setya Novanto pun mengakui juga pernah menjadi Komisaris di PT Mondialindo Graha Perdana pada 2000-2002. Namun, dia mengatakan tak tahu jika ada nama istri dan anaknya di perusahaan tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
