
Setya Novanto saat datang di gedung KPK Minggu (19/11) malam.
JawaPos.com - Meskipun Setya Novanto menolak dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, tetapi berbagai pihak memprediksi Novanto bakal diganti oleh kader Golkar lain, mengingat ia tengah terjerat kasus dugaan korupsi.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memprediksi ada beberapa nama kuat yang bakal menggantikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, jika musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) diselenggarakan oleh DPP.
Menurut Ujang, nama-nama yang berpeluang besar untuk menjadi Ketum Golkar antara lain adalah Idrus Marham, Nurdin Halid, dan Airlangga Hartarto.
"Idrus Marham, Nurdin Halid, dan Airlangga," kata Ujang, Kamis (23/11).
Ujang menyebut nama-nama tersebut bukan tanpa alasan dan perhitungan. Ia pun mengungkapkan potensi dan kekuatan ketiga figur tersebut.
"Idrus Marham adalah Sekretaris Jenderal Partai Golkar saat ini, otomatis dia menguasai struktur dan relasi dengan para pengurus DPD se-Indonesia," jelas Ujang.
Selain itu, Pengamat Politik Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, Idrus mendapatkan kekuatan dari Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono.
"Agung Laksono sudah terang-terangan merekomendasikan Idrus Marham sebagai Plt Ketum Golkar, yang dituangkan dalam surat rekomendasi Dewan Pakar. Itu dukungan yang nyata," terang dia.
Sementara terkait Nurdin Halid, Ujang menjelaskan bahwa dia merupakan figur yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Jika Munaslub diselenggarakan, mantan Ketua Umum PSSI ini bisa meraup suara banyak dengan pengaruhnya.
Selain itu, Nurdin juga kader muda yang diyakini mampu mengembalikan elektabilitas dan kemenangan Golkar di Pemilu. "Nurdin Halid itu kader muda yang potensial, sangat dibutuhkan Golkar, namun NH tidak punya kekuatan di balik layar yang bisa menopangnya," katanya.
Sementara, Airlangga Hartarto, menurut Ujang, jelas cukup kuat karena bakal dekat dengan istana dan didukung pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Beberapa waktu lalu juga Menko Kemaritiman dan Airlangga sudah menghadap Presiden Jokowi. Saya kira pertemuan itu membahas Golkar, jadi sinyalnya jelas," ujarnya.
Namun demikian, Ujang mengatakan, semua kader Golkar memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin Golkar di masa yang akan datang.
"Tapi perlu ditekankan bahwa Golkar harus dipimpin oleh kader muda yang tidak bermasalah, baik itu moral maupun hukum," tegas Ujang.
Ia mengingatkan, Golkar butuh percepatan dalam mengembalikan citra yang sudah hancur di mata masyarakat saat ini, karena kasus hukum yang melibatkan Ketum Setya Novanto.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
