Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 September 2017 | 22.38 WIB

Jonru: Ngapain Kalian Masih Sibuk Urusin Saya, Kurang Kerjaan?

Jonru Ginting - Image

Jonru Ginting

JawaPos.com - Praktisi media sosial Jonru Ginting tengah menjadi sorotan usai perdebatannya dengan politikus Partai NasDem akbar Faisal di sebuah acara stasiun televisi swasta. Entah ada kaitannya atau tidak, di acara itu Akbar meminta agar polisi memproses Jonru. Tiba-tiba, pada Kamis (31/8) Jonru harus menghadapi proses hukum lantaran dilaporkan seorang pengacara ke Polda Metro Jaya.



Laporan itu buntut dari sejumlah unggahan kontroversial Jonru di akun Facebook miliknya. Dia dituding melakukan ujaran kebencian. Namun, Jonru tampak santai menghadapi laporan tersebut.



Melalui akun media sosial pribadinya itu, Jonru mengaku siap menghadapi proses hukum. Dia sesumbar karena didukung pengacara papan atas yang siap membelanya. "Alhamdulillah, sejumlah pengacara papan atas Indonesia telah menyatakan bersedia mendampingi saya," tulis Jonru, Jumat (1/9).



Namun sebelum itu, Jonru sempat menyinggung pihak-pihak yang semangat untuk mempolisikannya. Pihak itu disebutnya dengan 'Bani Cebong Kecele'.



"BANI CEBONG KECELE. Mereka udah semangat banget ingin mempolisikan Jonru. Sampai-sampai semua media afiliasi mereka, termasuk buzzer-buzzer bayaran mereka, dengan penuh semangat menulis berita yang isinya nakut-nakuti saya, bahwa saya akan dipenjara," tulis dia di akun Facebooknya dua hari lalu.



Di postingan yang sama, Jonru menyertakan sebuah foto berisikan berita tentang Presiden Joko Widodo yang enggan menanggapi pernyataannya. Adapun pernyataan Jonru terkait pengakuannya di acara televisi swasta tersebut soal dia yang menulis bahwa orang tua Jokowi tidak jelas asal usulnya.



Dia meninta agar pihak-pihak yang bereaksi keras atas pernyataannya untuk mengikuti perintah Jokowi. "Kalau Jokowi, Sang Junjungan Ente itu sudah menganggap bahwa Jonru gak perlu diurus, jadi ngapain kalian masih sibuk aja ngurusin Jonru? Kurang kerjaan atau gimana Bong? Apa perlu saya kasih kerjaan nguras air jamban?" sebutnya.



Ya, jika dilihat dari sejumlah postingannya, Jonru tampak tidak suka dengan kepemimpinan Jokowi dan kebijakannya. Dia kerap mengkritik tindakan Presiden Jokowi.



Misalnya, ketika Presiden Jokowi yang enggan menemui petani gula saat melakukan aksi demo di Jakarta. Padahal, kata dia, Jokowi beberapa hari sebelumnya meluangkan waktu untuk bertemu dengan para pegiat medsos yang mendukungnya.



"Katanya #SayaPancasila #NKRIhargamati. Namun perekonomian pribumi makin disingkirkan, dan produk-produk asing semakin merajalela di Indonesia," kritik Jonru.



Kata dia, mungkin impor gula itu bagian dari konsekuensi utang kepada Tiongkok yang jumlahnya sangat besar. Lilitan hutang yang sangat memberatkan itu pun membuat Tiongkok itu dengan sangat leluasa mengendalikan perekonomian dan bebas mengekspor ke Indonesia.



Situasi dan kondisi seperti itulah yang selama ini menjadi keprihatinan. Membuat Jonru lantas merasa bisa bersuara kritis terhadap pemerintah setiap hari.



"Anehnya, Para Bani Cebong, termasuk pasukan mereka, gerombolan SARACEN yang berprofesi sebagai PELACUR SOSMED pun, terus menjual diri kepada aseng dan aseng, menjilat-jilat bokong mereka demi beberapa lembar rupiah, tidak peduli bahwa mereka sedang menjadi bagian dari PENJUAL NKRI," pungkas Jonru.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore