Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2017 | 14.46 WIB

Para Aktivis Bersyukur Wali Kota Tegal Bunda Sitha Kena OTT KPK

Sejumlah aktivis membawa banner dan mengangkat foto wali kota di kantor wali kota Tegal setelah ditangkap KPK. - Image

Sejumlah aktivis membawa banner dan mengangkat foto wali kota di kantor wali kota Tegal setelah ditangkap KPK.

JawaPos.com - Sementara itu, puluhan aktivis Kota Tegal menduduki pringgitan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Selasa malam (29/8). Mereka terlihat senang dan gembira saat mendengar Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno ditangkap anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Para aktivis yang tergabung di berbagai organisasi masyarakat (ormas) ini juga terlihat membawa poster yang bertulis ”Keadilan Untuk Rakyat Kota Tegal.” Poster itu dibentangkan di pintu masuk pringgitan seraya berteriak agar Wali Kota Tegal segera diadili. ”Allah Akbar.. Allah Akbar.. Merdeka,” teriak para aktivis tersebut.


Humas Komite Penyelamat Kota Tegal Yusqon mengaku senang jika orang nomor satu di Kota Tegal itu ditangkap KPK. Sebab, Wali Kota Tegal sudah berbuat di luar batas. Selain diduga menerima suap sebesar sekitar Rp 300 juta, juga melakukan nonjob terhadap sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tegal. Beberapa kepala SKPD juga dimutasi tanpa sebab.


Parahnya lagi, lanjut Yusqon, ada tiga orang ASN yang tidak digaji tanpa Surat Keputusan (SK) pemberhentian. Mestinya, jika ASN diberhentikan harus ada SK pensiunnya. ”Ini yang sangat kurangajar banget,” kata Yusqon berapi-api.


Koordinator Aliansi Kerakyatan Anti Korupsi dan Peradilan Bersih Jawa Tengah Komaraenudin juga mengatakan hal senada. Dia mengaku bersujud syukur setelah Wali Kota Tegal ditangkap KPK. Selama ini, perbuatan wali kota Tegal dinilai sudah merugikan masyarakat Kota Tegal.


”Ternyata perbuatannya sudah terbukti. Saya sangat senang sekali,” ucapnya singkat kepada Radar Tegal (Jawa Pos Group).


Kegembiraan itu juga dirasakan Khaerul Huda, salah satu ASN yang dinonjobkan oleh wali kota Tegal. ”Kita sangat gembira, kita bersyukur,” ujar Khaerul Huda, saat ditemui di Pemkot Tegal.


Meski senang, tapi dia khawatir dengan penataan ASN yang dinonjobkan dan beberapa pejabat yang Pelaksana Tugas (Plt). Disebutkan, ada 17 jabatan eselon 2 yang masih kosong. ”Itu (nonjob dan plt) nanti bagaimana. Ini nanti berat penataannya,” tukasnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore