Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juli 2017 | 18.08 WIB

Tak Jera, Gembong Tiongkok Kembali Kirim 50 Kg Sabu, Kali Ini Tujuannya Sumut

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pengiriman sabu dari Tiongkok tidak pernah habisnya. Setelah tim gabungan Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Polresta Depok dan BNN Provinsi Banten berhasil mengggagalkan penyelundupan sabu seberat 1 ton di Pantai Anyer, Serang Banten, kali ini di Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan 50 kg sabu di Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).


Dua dari sembilan tersangka yang ditangkap, terpaksa ditembak mati. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan, sembilan bandar itu diduga berperan sebagai operator penyelundupan. "Dua meninggal dunia karena melawan petugas saat hendak ditangkap," ujarnya kemarin.


Arman menyatakan, petugas BNN di lapangan terus melakukan pengembangan. Berdasar tujuh orang yang berhasil ditangkap hidup-hidup, masih ada pelaku lain yang terlibat. "Ini yang dikembangkan dan dikejar," katanya.


Menurut Arman, 50 kilogram sabu-sabu itu dikirim dari Tiongkok dengan menggunakan sebuah kapal dan transit di Malaysia. Kapal tersebut lalu menurunkan sabu-sabu ke perahu-perahu nelayan yang disewa bandar. "Itu dulu keterangannya, ya," ujarnya, lantas menyebut masih berada di Bandara Kualanamu, Medan.


Pengungkapan 50 kilogram sabu-sabu hanya selang dua hari dari pemecahan rekor kasus 1 ton sabu-sabu menunjukkan gen­tingnya peredaran narkotika di Indonesia. Intensitas penyelundupan narkotika begitu tinggi dan bahkan pengungkapan sebesar apa pun tidak akan memberikan dampak psikologis kepada bandar.


Kepala Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan, mungkin bandar melakukan perhitungan taktis bahwa adanya pengungkapan 1 ton sabu-sabu itu justru membuat petugas kendur. Sehingga menjadi waktu yang tepat mengirimkan barang haram ke Indonesia. "Bandar berpikirnya kita akan landai setelah mengungkap 1 ton, ternyata tidak," jelasnya.


Terlebih, diketahui bahwa empat orang yang ditangkap dalam kasus 1 ton sabu-sabu itu hanya operator lapangan. Bandar besarnya masih bebas di Taiwan dan sebagian ada yang di Indonesia. "Maka, mereka tetap terus berupaya memasukkan narkotika," paparnya.


Selain itu, bandar yang mengirim 50 kilogram sabu-sabu melalui Sumut tersebut mungkin tidak terhubung dengan bandar yang mengirim 1 ton sabu-sabu di Banten. (idr/c10/owi)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore