
ilustrasi penembakan geng motor
JawaPos.com - Polisi mengungkap kasus penembakan yang membunuh seorang anggota geng motor di kota Samarinda.
Penembaknya adalah seorang mahasiswa bernama Ahmad Rasid Rido alias Wido yang geram karena para geng motor itu kerap berkonvoi di depan toko konveksi orang tuanya di Jalan KH Khalid, Pasar Pagi, Samarinda.
Sejak awal Ramadan lalu, mahasiswa sebuah universitas swasta di Samarinda itu sudah memendam kekesalannya.
Emosi Wido memuncak, Jumat (23/6). Wido yang sedang beristirahat terbangun karena suara knalpot gerombolan geng motor itu.
Mahasiswa semester akhir itu lantas mengambil senapan angin sepanjang satu meter miliknya.
Senapan angin itu dilengkapi teleskop yang dapat membidik sasarannya sejauh 500 meter dengan infra red.
Kebetulan, Wido sering berlatih menembak dengan sasaran bidik plang toko konveksi milik orang tuanya serta rambu lalu lintas.
Wido mulai mengarahkan moncong senapan angin miliknya ke tubuh perserta konvoi yang melintas. Meski sasarannya bergerak, tetapi Ia tak mendapat kesulitan berarti.
Dia tahu teknik menembak yang dari hobinya bermain game berjenis First Person Shooter (FPS).
"Saya juga belajar dari permainan paintball," tutur Wido sebagaimana dilansir Prokal, Minggu (25/6).
Meski tahu dasar menembak, Wido tak bisa langsung melumpuhkan sasarannya.
"Sekitar empat kali saya tembak dan baru ada yang kena," ujar Wido.
Wido terang-terangan mengaku kesal terhadap gerombolan klub motor itu.
“Mereka itu bukan konvoi untuk membangunkan sahur, tapi memang sering balapan liar dan melintas di depan toko orang tua saya," kata Wido.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
