
AKP Ruth Yeni saat diwawancara wartawan. Suasana lobi hotel saat lima pasangan mesum dimintai identitas.
JawaPos.com - Tak sampai 24 jam, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya bersama Satpol PP Surabaya, kembali menggelar razia di bulan Ramadan. Dalam razia dengan sandi ‘’Operasi Pekat Semeru’’, kali ini, sasarannya giliran Hotel Hasma Jaya 2 yang ada di Jalan Pasar Kembang.
Operasi tersebut digelar sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut sumber internal Jawapos.com di kepolisian, hotel tersebut memang sudah dipantau sebelumnya. "Memang sudah jadi TO (Target Operasi) sebelum puasa ini," papar sumber tersebut.
Dari informasi yang dihimpun kepolisian, di hotel tersebut memang kerap beberapa kali menerima tamu. Mereka tidak peduli apakah tamu yang menginap di sana berstatus suami istri atau bukan.
Bahkan polisi juga menerima informasi bahwa ada oknum yang berperan sebagai muncikari di sana. Dia menawarkan perempuan pada tamu yang menginap. "Dia dapat keuntungan dari praktik trafficking itu," tambahnya.
Begitu polisi datang, mereka langsung berpencar ke kamar-kamar yang berpenghuni, sesuai data dari buku tamu hotel yang didapat sebelumnya.
Dari hasil penggerebekan, sebanyak lima pasangan tidak bisa menunjukkan bukti pernikahan sah secara negara. Mereka yang tidak bisa menunjukkan buku nikah lantas dikumpulkan di lobi hotel.
Dari pasangan yang ditangkap, ada salah satu pria yang sedang berduaan dengan perempuan yang bukan istrinya. Dia adalah Toni Sutomo. Warga Embong Malang tersebut gugup saat diciduk aparat tim gabungan. Dia mengaku sudah menikah secara siri.
Saat wartawan hendak mengambil gambarnya, Toni mencoba menghindar. Dia benar-benar malu. "Jangan ambil gambar saya. Saya janji akan kooperatif tapi tolong kameranya dijauhkan," pintanya.
Penyelidikan polisi soal adanya praktik trafficking rupanya memang terbukti. Mereka mendapati perempuan berusia 27 tahun berinisial RS. Dia mengaku mendapat tawaran dari Agus Widodo.
Saat berita ini ditulis, Agus juga sudah diamankan oleh korps berseragam cokelat. "Dia kerja sebagai tukang ojek. Sekarang kami bawa ke kantor untuk diperiksa lebih lanjut," jelas Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni. (did/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
