
Mantan staf personalia PT PWU Emilia Azis yang mengaku pernah dimarahi Dahlan Iskan saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (17/1)
JawaPos.com - Pengakuan Dahlan Iskan yang tidak pernah menerima gaji selama menjadi Direktur Utama PT Panca Wira Usaha Jatim bukan isapan jempol. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan restrukturisasi aset PT PWU di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (17/1) yang dipimpin majelis hakim Tahsin.
Di depan majelis hakim, mantan staf personalia PT PWU Emilia Azis yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan memang benar bahwa Dahlan Iskan sama sekali tidak pernah menerima gaji, tunjangan, fasilitas atau apapun dari perusahaan yang dipimpinnya. "Kalau gaji yang ngurusi memang saya. Jadi saya ingat betul," kata Emilia dengan tegas.
Bahkan untuk urusan fasilitas mobil dinas, kata Emilia, Dahlan juga tak pernah mendapatkannya. Padahal, setelah dipimpin Dahlan, Emilia mengaku bahwa kondisi perusahaan terus menbaik. Kesejahteraan karyawannya pun juga meningkat.
"Apakah Pak Dahlan pernah ke luar negeri untuk kepentingan PWU?" tanya Imam Syafii, salah satu tim kuasa hukum Dahlan. "Iya pernah," jawab Emilia.
Pertanyaan pun berlanjut apakah Dahlan mendapatkan uang dinas perjalanan selama ke luar negeri untuk kepentingan perusahaan? Lagi-lagi Emilia menjawan dengan nada tegas. "Tidak pernah. Pokoknya saya sama sekali tidak pernah memberikan apapun kepada Pak Dahlan. Gaji, fasilitas dan apapun itu," imbuhnya.
Perempuan berkerudung itu lantas menceritakan pengalaman dirinya dimarahi habis-habisan oleh Dahlan. Gara-garanya, dia mentransfer bonus kepada sang bos.
Kala itu, lanjut dia, kondisi perusahaan terus membaik setelah dinakhodai Dahlan, hingga akhirnya bisa memberikan bonus untuk karyawannya. "Kami pun berpikir, kan selama ini Pak Dahlan tidak pernah menerima gaji, bagaimana kalau kami beri bonus saja. Toh keuangan perusahaan makin baik,” tutur perempuan 59 tahun kelahiran Jakarta itu.
Emilia lantas diam-diam mentransfer sejumlah uang ke rekening Dahlan. Ternyata Dahlan yang tahu ada sejumlah uang "nyelonong" masuk ke rekeningnya langsung mengkonformasi ke Emilia. Emilia pun mengaku telah mentransfer uang bonus dari perusahaan.
Saat itu juga, Dahlan marah besar. "Memang PT PWU sudah kaya, bisa ngasih bonus ke saya," tutur Emilia menirukan Dahlan.
Dahlan langsung memerintahkan Emilia menarik bonus itu. "Saya langsung ke bank. Saya ambil uang itu dan saya kembalikan ke Pak Suhadi (Direktur Keuangan PT PWU)," ujarnya.
Saat ditemui usai persidangan, Emilia mengaku tak ingat berapa bonus yang diberikan untuk Dahlan. Yang jelas, yang paling membekas dalam ingatannya adalah kemarahan Dahlan. "Itu marahnya sungguhan," ujarnya. (mas)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
