
Dokter Alia, saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan merintangi penyidikan terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo, di PN Tipikor Jakarta, Senin (26/3)
JawaPos.com - Pelaksana tugas (Plt) manajer Rumah Sakit Medika Permata Hijau dokter Alia, mengaku sudah tidak bertugas di rumah sakit mantan Ketua DPR Setya Novanto mendapat perawatan ,saat kejadian kecelakaan pada Kamis 11 November 2017 lalu.
Hal itu diungkapnya saat bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (26/3).
Alia menuturkan, alasan pengunduran dirinya dari RS Medika Permata Hijau karena dua faktor. Pertama karena sudah ada tawaran sebelumnya oleh PT Selaras Jantung Indonesia, di Palembang. Kedua karena situasi di rumah sakit menjadi tidak kondusif usai Novanto mendapat perawatan di RS Medika Permata Hijau.
"Jadi memang anak-anak saya posisinya di Palembang, saya kerja di Jakarta, saya baru bolak balik. Setelah kejadian ini pun situasi di rumah sakit sejujurnya sudah tidak kondusif. Pasca kejadian ini, banyak pembicaraan yang tidak baik. Jadi ini menguatkan saya juga untuk saya pindah ke Palembang," ungkap Alia.
Pasca Novanto masuk RS Medika Permata Hijau karena insiden kecelakaan tunggal yang dialaminya, suasana rumah sakit menjadi berbeda.
"Situasi di rumah sakit kami jadi berubah drastis karena kejadian ini, bikin kami semua kaget, kami tidak pernah menyangka seperti ini," ucap Alia.
Oleh karena itu, alasan tersebut membuat Alia memilih tidak kembali bertugas di RS Medika Permata Hijau.
Dalam perkara ini, Bimanesh didakwa bersama Fredrich merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan merekayasa agar Novanto menjalani rawat inap di RS Medika Permata Hijau pada 16 November 2017, untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.
Atas perbuatannya, Bimanesh melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
